Radar Jateng

Miris, Anak Korban Gempa Palu Ini Tiga Kali Ditolak Sekolah Di Jogja

Yusril Adi Mahendra (paling kanan) berjabat tangan dengan kawan-kawan barunya. (Rmoljateng)

*Akhirnya Bersekolah di Demak

Seorang anak korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Az Zahra, Bintoro, Kabupaten Demak. Ironisnya, anak tersebut sempat ditolak tiga sekolah di Jogjakarta, sebelum diterima di sekolah Kabupaten Demak.

Yusril Adi Mahendra (15), meski masih terlihat trauma di wajahnya, namun Yusril terlihat semangat menerima pelajaran dari seorang pengajar.

Adi mengaku bersyukur dirinya dapat kembali bersekolah. Di Kota Wali ini dirinya berharap dapat mempersiapkan diri untuk ujian nasional mendatang.

“Alhamdulillah, dapat kembali bersekolah. Ini hari pertama sekolah,” ujar Adi.

Adi juga mengaku ditolak di tiga sekolah di Jogjakarta.

“Alasanya karena tidak ada dokumen seperti KK atau pengantar lain,” tambahnya.

Alasan Kemanusiaan

Yusril sendiri diterima di SMP IT Demak karena alasan kemanusiaan. Pihak sekolah memberikan keringanan dan kemudahan mendaftar sekolah.

“Kemarin ada warga yang datang ke sekolah menceritakan keluarganya jadi korban gempa di Palu dan ingin menyekolahkan anaknya di Demak karena ditolak di Yogyakarta. Tapi tidak membawa data identitas keluarga. Alasan kemanusiaan itulah akhirnya kami terima dia sekolah disini,” ujar Bahrudin, Kepala SMP IT Azzahra Demak, seperti dikutip dari laman RMOLJateng, Jumat (12/10/2018).

Selain itu, pihak sekolah juga meringankan beban siswa tersebut yakni bebas uang gedung.

“Yang penting, anak bisa tetap sekolah, mengingat sebentar lagi ujian nasional,” tambah Bahrudin.

Yusril Adi Mahendra, sejak hari ini sudah duduk di bangku kelas IX SMP IT Azzahra Demak bersama teman-teman barunya. Bahkan, meski sesekali terlihat pandangan kosong, namun Yusril mampu cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. (rmoljateng)

Facebook Comments