Metro Pekalongan

Formasi CPNS Ini Ternyata Tak Ada Peminatnya

Di Kota/Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kendal

Diperkirakan Terbentur Batas Usia 35 Tahun

Kabar adanya lowongan penerimaan CPNS tahun 2018 saat ini sangat ditunggu-tunggu. Jutaan warga rela berdesak-desakan untuk mengurus persyaratan hingga harus sabar saat menguplod lamaran yang dilakukan secara online.

Namun berbeda dengan formasi CPNS satu ini, yakni formasi unjtuk dokter spesialis. Beberapa daerah mengjukan formasi ini. Termasuk di Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan kabupaten Kendal, yang juga mengajukan formasi ini. Tapi ternyata, dari pendafataran CPNS dibuka hingga kemarin, tak ada satu pun dokter spesialis yang mendaftar.

Hal itu seperti terjadi di Kabupaten Pekalongan. Dari 15 formasi, tak ada satu pun dokter yang mendaftar. Formasi pertama untuk dokter ahli pertama untuk kebutuhan 4 dokter di Puskesmas Kandangserang, Lebakbarang, Wonokerto, dan RSUD Kajen, masih kosong pendaftar.

Begitu pun untuk dokter spesialis lainnya. Seperti dokter ahli gigi untuk kebutuhan Puskesmas Tirto 2. Begitupun dengan dokter spesialis untuk kebutuhan RSUD Kajen dan RSUD Kraton. Diantaranya dokter spesialis anak, dokter spesialis anasteri, dokter spesialis bedah, dokter spesialis bedah syaraf, dokter spesialis kedokteran forensik, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis mata, dokter spesialis obsgyn, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis rehab medik. Tak ada satu pun dokter spesialis yang mendaftar.

Fenomena tersebut diakui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pekalongan, Totok Budi Mulyanto SE. “Ya memang, dari mulai pembukaan hingga sekarang masih kosong pendaftar mas,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Diungkapkan Totok, ada beberapa faktor kenapa formasi dokter spesialis masih kosong pendaftar. Diantaranya adalah faktor batasan usia. Biasanya, usia dokter spesialis di atas 35 tahun. Sementara persyaratan CPNS sesuai aturan, batas maksimal usia pendaftar adalah 35 tahun. “Makanya, mereka (dokter spesialis, red) sudah pesimis dengan persyaratan usia,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Totok juga menjelaskan bahwa pihaknya memberikan pelayanan secara terbuka untuk para calon pendaftar CPNS. Bahkan, BKD Kabupaten Pekalongan setiap hari menempelkan jumlah pendaftar di papan informasi. “Setiap haari kita updet dan dipasang di papan informasi,” terangnya.

Disinggung tentang jumlah pendaftar per pukul 16.00 kemarin, Totok menerangkan, total pelamar untuk formasi tenaga pendidik, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan sebanyak 3398 orang. “Kalau dilihat prosentase dari jumlah pelamar yang masuk tiap formasi, untuk formasi tenaga pendidik 54% atau 1830 orang, tenaga teknis 35% atau 1196 orang, dan tenaga kesehatan yang paling sedikit yakni 11% atau 372 orang,” pungkasnya.

CPNS di Kota Pekalongan

Kondisi sama di Kota Pekalongan. Meski pendaftaran CPNS akan ditutup dalam tiga hari kedepan, namun sejumlah formasi di lingkungan Pemkot Pekalongan masih tanpa pelamar. Sebagian besar formasi yang terpantau tanpa pelamar adalah dokter spesialis dengan pendidikan dokter spesialis sesuai kebutuhan dan penempatan di RSUD Bendan Kota Pekalongan.

Pantauan dari portal sscn.bkn.go.id, Kamis (11/10) hingga pukul 22.00, dari 202 formasi yang sudah di entri ada 28 formasi yang masih tanpa pelamar dengan 17 formasi diantaranya merupakan formasi dokter spesialis. Selain dokter spesialis, formasi lain yang belum diisi pelamar adalah formasi khusus yaitu lulusan terbaik maupun disabilitas. Sedangkan formasi untuk honorer K2 tidak tercantum dalam portal tersebut.

Beberapa formasi khusus yang masih kosong diantaranya formasi guru SD di tiga sekolah, formasi tenaga teknis teknik sipil jalan dan jembatan, formasi perawat ahli pertama serta formasi apoteker dengan syarat lulusan terbaik. Kemudian juga terdapat formasi teknik pengairan pada DPU, analis konservasi air dan lingkungan hidup pada DLH, guru kelas SD dari formasi umum dua formasi khusus disabilitas yakni analis jabatan pada BKPPD serta auditor ahli pertama pada Inspektorat.

Seperti diketahui, Pemkot Pekalongan membuka 247 formasi dalam penerimaan CPNS tahun 2018. 247 formasi yang dibuka, terdiri dari formasi guru sebanyak 151 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 64 formasi, jabatan fungsional lainnya sebanyak 50 formasi dan sembilan formasi khusus tenaga honorer K2.

Sementara mengenai tahapan pendaftaran CPNS tahun 2018, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKKP) Kota Pekalongan dalam portal resminya mengumumkan surat dari BKN terkait tahapan penerimaan CPNS hasil revisi.

Berdasarkan surat tersebut, seluruh tahapan mengalami revisi yakni pendaftaran yang sebelumnya berakhir pada 10 Oktober diundur menjadi 15 Oktober. Kemudian tahap seleksi administrasi juga mengalami perpanjangan yang sebelumnya ditetapkan 28 September hingga 17 Oktober, diundur menjadi 20 Oktober. Perpanjangan tahap seleksi administrasi juga berpengaruh pada tahap pengumuman seleksi administrasi yang sebelumnya ditetapkan pada 18 Oktober diundur menjadi 21 Oktober. Sedangkan pelaksanan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dijadwalkan pada 26 Oktober hingga 17 November, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 22 hingga 28 November dan pengumuman akhir pada 3 Desember 2019.

Mengenai lokasi pelaksanaan tes, Kepala BKPPD Kota Pekalongan, Budiyanto, sebelumnya menyatakan bahwa pelaksanaan SKD Kota Pekalongan akan digelar di GOR Satria, Kabupaten Banyumas bersama 8 kabupaten kota lain. “Tes CAT untuk SKD akan dilaksanakan di Banyumas karena di Kota Pekalongan tidak ada lokasi yang bisa digunakan,” tandasnya.

Batang Juga Sepi

Pemkab Batang tahun ini membuka 460 formasi CPNS. Dari formasi yang ditawarkan, banyak formasi yang hingga kini, Kamis (11/10) sepi peminat. Salah satunya formasi Dokter Spesialis. Baik dokter spesialis penemapatan RSUD Batang maupun RSUD Limpung.

Hal ini seperti yang disampaikan Bupati Batang, Wihaji saat Ngudo Roso di Kecamatan Tersono, Kamis (11/10). Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan penerimaan CPNS ini.

“Tahun ini kami buka sekitar 460 formasi. Dan hingga saat ini untuk formasi dokter spesialis masih kosong. Padahal sudah kami siapkan sekitar 10 lebih formasi,” terang Wihaji.

Pemkab Batang sendiri secara rinci membuka beberapa jalur. Yakni jalur umum, kategori K2, disabilitas dan cumlaude. Dengan rincian eks tenaga honorer 21 formasi, jalur cumlaude 23 formasi, jalur disabilitas 5 formasi. Sedangkan ada 411 formasi jalur umum, meliputi 281 formasi tenaga guru, 126 formasi tenaga kesehatan, dan 4 formasi tenaga teknis.

Sementara lewat pantauan laman SSCN BKN, ada beberapa formasi CPNS Pemkab Batang yang kosong. Salah satu yang terbanyak yakni formasi dokter spesialis. Meliputi Spesialis Jantung, Spesialis Anak, Spesialis Patologi, Spesialis Jiwa, Spesialis Kulit dan Kelamin, Spesialis Bedah dan spesialis lainnya, serta apoteker dan sanitarian. Termasuk juga formasi Dokter Ahli dan Dokter Gigi Ahli di beberapa Puskesmas yang ada di Batang.

Formasi khusus CPNS Kabupaten Batang dari jalur cumlaude dan disabilitas juga belum tersentuh peminat. Seperti Guru Agama Disablitas, Guru Agama Cumlaude, Sanitarian Cumlaude, Pranata Laboratorium Disabilitas dan lainnya.

Meski beberapa formasi sepi peminat, beberapa formasi juga telah dipilih oleh ratusan pendaftar. Salah satunya formasi bidan yang telah dipilih 661 pelamar dari 20 formasi yang disediakan.

Di Kendal Ada 3.232 Pendaftar

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi di Kendal. Formasi dokter spesialis masih kosong pelamar.

Sekadar untuk diketahui, di Kendal lowongan CPNS tahun 2018 ada 365 formasi. Per tanggal 10 Oktober, tercatat sudah 3.232 pelamar yang mendaftar di portal BKN. Dari jumlah pelama, terbanyak adalah guru kelas SD. Sedangkan untuk formasi jabatan dokter pesialis masih kosong pelamarnya.

“Total 3.232 pelamar itu berdasar data dari pendaftar yang masuk di portal BKN, http//bkn.go.id dan http://sscn.bkn.go.id hingga tanggal 10 Oktober 2018. Paling tinggi sementara formasi guru kelas SD sebanyak 503 pelamar. Kemudian guru Agama Islam dan guru Bahasa Inggris. Untuk pelamar formasi 9 jabatan dokter spesialis masih kosong. Masih kosong pelamar itu ditengarai karena persyaratan dokter spesialis diatas 35 tahun. Pendaftarannya sendiri diperpanjang hingga 15 Oktober 2018,” kata Arief, Kabid Perencanaan, Pengankatan dan Mutasi BKPP Kendal, Kamis, (11/10).

Arief mengungkapkan, kebutuhan pegawai ASN di lingkungan Kabupaten Kendal tahun anggaran 2018 sebanyak 365 formasi. Formasi khusus untuk eks tenaga honorer K2 ada 7 formasi, terdiri dari 6 tenaga guru dan 1 tenaga kesehatan. Adapun formasi umum sebanyak 358, rinciannya adalah 211 tenaga guru, dan 72 tenaga kesehatan serta 75 tenaga teknis. “Selain itu juga menyediakan 4 formasi khusus untuk disabilitas dan 8 formasi khusus untuk lulusan terbaik (cumlaude),” ungkapnya.

Menurut Arief, sejak awal pembukaan, berdasarkan data dari BKPP Kendal, tanggal 10 Oktober nyaris keseluruhan formasi telah terpenuhi. Adapun untuk setiap hari rata-rata yang masuk untuk ikut sleksi CPNS mencapai 300 pelamar. Sementara untuk permasalah yang sering dihadapi oleh pelamar adalah jaringan internet. “Untuk mengatasi permasalahan tersebut pihaknya mempersilahkan pelamar untuk membawa file dan melakukan uplod di BKPP Kendal,” ungkapnya.

Arief, menambahkan, sesuai informasi dari BKN seleksi administrasi bagi pelamar yang sudah masuk akan dilakukan tanggal 21 Oktober 2018. Namun hal itu masih bersifat tentatif. ” Begitu juga dengan tanggal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan penggabungan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) nya. Tempat ujiannya kita ikutnya Kanreg BKN Yogyakarta. Kalau tidak salah nanti tempatnya di Gor Wijil Ungaran,” pungkasnya. (wid/ nur/ nul/nov)

Facebook Comments