Radar Kendal

Ditarget 17 Kampung, Terwujud 20 Kampung Tiap Tahun

Ditarget 17 Kampung, Terwujud 20 Kampung Tiap Tahun

RAPAT – DP2KBP2PA Kabupaten Kendal mengadakan rapat koordinasi pembentukan kampung KB untuk tahun 2019.
AKHMAD TAUFIK

KENDAL – Sukses merealisasikan program Kampung KB tahun 2017 dan 2018, kini Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (DP2KBP2PA) Kabupaten Kendal telah merencanakan pembentukan Kampung KB tahun 2019. Sebagai bentuk tindak lanjut, jajaran DP2KBP2PA mengadakan rapat koordinasi pada Selasa (9/10) lalu.

Kepala DP2KBP2PA Kabupaten Kendal, Asrifah menjelaskan, sejak tahun 2017 pihaknya telah melaunching 20 kampung KB ditiap kecamatan. Berikutnya di tahun 2018 juga dengan jumlah yang sama kampung KB dapat terealisasi kembali. Karena itu, tahun 2019 pihaknya kembali akan membentuk kampung KB yang direncanakan jumlahnya sama dengan tahun sebelumnya.

“Setiap tahun kami ditarget dari pusat sebanyak 17 kampung KB, akan tetapi kami dapat merealisasikan sebanyak 20 kampung KB. Tiga tambahan kampung KB tersebut dibentuk dengan anggaran swadaya, salah satunya dengan dana desa. Sebab dari pusat anggarannya hanya untuk 17 kampung KB,” ungkapnya.

Sampai dengan saat ini, lanjut Asrifah, kegiatan di semua Kampung KB tahun 2017 tetap berjalan. Namun untuk tahun 2018 masih terus dilakukan pembinaan. Atas dasar tersebut, DP2KBP2PA merencanakan pembentukannya lagi pada tahun 2019.

” Progresnya jalan terus untuk yang tahun 2017 maupun tahun 2018. Oleh karenanya, kami rencanakan bentuk kembali dengan melihat hasil dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kampung KB ditujukan untuk daerah yang pencapaian KB nya rendah. Namun demikian, tujuannya bukan soal KB saja, melainkan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat melalui adanya kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang peningkatan taraf hidup. Salah satunya adalah pembentukan usaha-usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan.

“Kampung KB bukan hanya soal KB, saja namun juga ada sisi pendidikan, kesehatan, ekonomi bahkan pembangunan,” pungkas Asrifah.(fik).

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments