Radar Pendidikan

Siswa Kelas 3-6 Sekolah Ini Wajib Ikut Ekskul MDTA

Siswa Kelas 3-6 Sekolah Ini Wajib Ikut Ekskul MDTA

BELAJAR – Siswa MI Walisongo Kebonrowopucang tengah belajar dalam program MDTA usai jam pelajaran sekolah.
FAKHRUN NISA

KARANGDADAP – Pada tahun 2018/2019, MI Walisongo Kebonrowopucang mempunyai program ekstrakurikuler baru yakni Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Hadrotul Bayan. Kegiatan tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa mulai kelas 3 hingga kelas 6. Sementara itu, siswa kelas 1-2 dipersilahkan untuk menimba ilmu di Taman Pendidikan Quran (TPQ) di desa masing-masing.

Kepala MI Walisongo Kebonrowopucang Syarif Hidayatullah, menuturkan pembelajaran MDTA dimulai setelah jam pelajaran usai, yakni pada pukul 13.30 – 14.30 WIB. Dalam seminggu, pembelajaran MDTA dilaksanakan selama lima hari yaitu setiap Sabtu-Rabu. Sementara itu, hari Kamis digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka.

“Berbeda dengan madrasah lainnya, tahun ini kami punya program baru, yaitu MDTA. Program ekstra ini wajib diikuti oleh siswa, selain ekstra pramuka dan olahraga. Program ini kami adakan karena melihat siswa yang bahkan sampai kelas 6 belum memiliki pemahaman agama yang mumpuni, padahal pemahaman agama lebih penting dibanding baca tulis,” ujar Syarif, sapaan akrabnya.

Dalam MDTA, siswa diberikan beberapa pelajaran menggunakan kitab kuning, diantaranya kitab Syifaul Jinan untuk tajwid, Aqidatul Awwam untuk ilmu tauhid, Fasholatan untuk ilmu fiqih, Ngudi Ilmu untuk adab dan akhlak, serta khat. Seluruh pelajaran agama tersebut diberikan untuk membentengi para siswa dari pengaruh Islam radikal yang marak berkembang akhir-akhir ini.

“Sekarang ini banyak yang belajar Islam hanya lewat internet tanpa tahu sanadnya. Di MDTA Hadrotul Bayan kami memberikan pelajaran dengan kitab klasik yang jelas sanad ilmunya. Kami mencoba menggunakan metode seperti itu agar 10-20 tahun ke depan tidak ada benih-benih radikal di Kebonrowopucang khususnya, dan di Pekalongan pada umumnya,” jelas Syarif.

Untuk melaksanakan pembelajaran MDTA, Syarif tidak mendatangkan guru dari luar. Materi MDTA diajar oleg guru-guru MI Walisongo Kebonrowopucang sesuai kualifikasi masing-masing. Menurut Syarif, hal tersebut merupakan bentuk pengabdian para guru untuk memaksimalkan pembelajaran di sekolah. Setiap minggu, masing-masing guru mendapatkan jadwal mengajar tiga kali. (run)

Penulis: Fakhrun Nisa | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments