Metro Pekalongan

Seluruh Pedagang di Alun-alun akan Dipindah

Guest House Walikota Pekalongan

DISKUSI – Walikota Pekalongan mengundang kalangan pengusaha dari perhotelan, BUMD dan BUMN terkait rencana penataan kawasan Alun-alun Kota Pekalongan dan Kawasan Jl Dr Cipto.

Pemkot Pekalongan Bangun Pusat Kuliner

Pemkot Pekalongan berencana memindahkan seluruh pedagang di Alun-alun Kota Pekalongan ke pusat kuliner yang akan dibangun di lokasi yang saat ini digunakan untuk Pasar Senggol Sugihwaras. Pemindahan pedagang Alun-alun merupakan bagian dari rencana penataan kota yang akan dilakukan Pemkot mulai 2019 mendatang.

Demikian diungkapkan Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, saat menggelar pertemuan bersama pengusaha, BUMD, dan BUMN di Guest House, Jalan Bahagia, kemarin. Pemindahan tersebut berkaitan dengan rencana Pemkot Pekalongan yang akan mengubah wajah Alun-alun Kota Pekalongan menjadi ruang publik.

“Tahun 2019 akan dilakukan beberapa penataan salah satunya di Alun-alun. Pedagang di Alun-alun akan direlokasi ke gedung yang akan kami bangun di belakang Hotel Pesonna dengan anggaran sebesar Rp13 miliar. Gedung itu akan menjadi pusat kuliner dan akan ditempati oleh pedagang Alun-alun,” jelas Walikota.

Gedung pusat kuliner, akan dibangun di lokasi Pasar Senggol Sugihwaras dan pasar senggol yang merupakan pasar barang bekas, akan dipindah dan dipusatkan di kawasan Pasar Kuripan. “Tahun 2019 kami akan bangun gedungnya untuk pusat kuliner dan parkir. Harapannya dalam dua tahun pembangunan dapat selesai,” tambahnya.

Tak hanya membangun gedung dan memindahkan pedagang di Alun-alun, Pemkot juga akan melakukan penataan di kawasan sekitar Alun-alun dengan mempercantik wajah Jalan Dr Cipto. Untuk itulah, Pemkot meminta bantuan dari pengusaha dan hotel yang berlokasi di sekitar kawasan tersebut untuk turut serta dalam upaya penataan tersebut.

“Pemkot ingin mengajak untuk menata dan mengembangkan Kota Pekalongan, terutama sepanjang Jalan Dr Cipto yang akan dibuat menjadi layaknya Malioboronya Pekalongan. Kita tidak minta macem-macem. Kita hanya meminta peran hotel, perkantoran dan pertokoan untuk turut serta menghiasi kawasan tersebut. Nanti bus dan truk akan kami larang lewat disana. Sehingga disana bisa menjadi lokasi untuk makan-makan dan berfoto,” jelas Walikota.

Untuk itu, Walikota mengajak kalangan pengusaha BUMD dan BUMN, dan hotel di sekitar kawasan tersebut untuk berkontribusi menghias kawasan tersebut dengan berbagai ornamen lampu guna mempercantik wajah Jalan Dr Cipto. Targetnya dalam waktu dekat, upaya mempercantik wajah kawasan tersebut dapat dilakukan dalam rangka menyambut event Pekan Batik Nusantara 2018.

Kemudian, penataan juga akan dilakukan di Kawasan Jetayu. Lokasi tersebut akan ditetapkan kawasan sebagai kawasan Bhinneka Tunggal Ika. “Untuk kawasan Jetayu, harus menjadi kawasan Bhinneka Tunggal Ika. Sebab disana sudah ada tempat ibadah berbagai agama yang menyatu kawasan budaya dan kawasan bersejarah,” tandasnya. (nul)

Facebook Comments