Radar Kajen

Waspadai Jajanan Anak Sekolah

Jajanan Anak Sekolah

SAMPEL – Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan saat menunjukan sampel makanan yang diuji kandunganya.
TRIYONO

Sekolah Diminta Lakukan Pendataan Pedagang

Jajanan anak di sekitar ruang lingkup pendidikan kini mendapatkan perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Sebab sejumlah makanan diindikasikan masih mengandung zat berbahaya. Guna mengantisipasi makanan yang mengandung zat berbahaya, petugas Pemkab Pekalongan memperketat pengawasan.

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Purnomo, ketika dikonfirmasi, Rabu (10/10), menyatakan, dengan ditemukan sejumlah jajanan anak sekolah yang mengandung zat bahaya di beberapa daerah, Tim Pemkab Pekalongan langsung melakukan uji sampel makanan. Selain mengambil sampel makanan, pihaknya juga memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada sejumlah pedagang yang ada di area sekolah.

“Dari pengawasan kami mengambil sampel makanan diantaranya yang diindikasikan mengandung formalin atau borak. Namun dari hasil laboratorium ternyata makanan tersebut negatif,” terangnya.

Dikatakan, dari cara penyajian dalam pengawasan, Tim menyarankan agar minyak goreng tidak digunakan berulang kali. Kalau sudah berubah warna coklat atau hitam agar segera diganti, karena minyak yang digunakan berulang kali tidak bagus.

“Kami juga meminta kepada pedagang yang ada di area sekolah untuk tidak menjual makanan secara sembarangan atau makanan jenis baru. Dan untuk memastikan bahwa makanan tersebut juga terdapat expayed atau terdaftar seperti ada PIRTnya,” katanya.

Sebab makanan yang expayed atau mengandung zat bahaya apabila dikonsumsi dalam jangka pendek menimbulkan mualn pusing dan diare. Sedangkan jangka panjangnya adalah bisa menimbulkan penyakit kanker.

Sebelumnya diberitakan, Tim gabungan Pemkab dan Polres Pekalongan menyita sejumlah makanan yang beredar di kantin sekolah sekolah karena diduga mengandung zat pewarna textil atau borak.

Atas kandungan makanan dan minuman yang mengakibatkan siswa keracunan, Tim gabungan melakukan sidak ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Kecamatan Karanganyar, Wonopringgo, Bojong dan Kajen, tim terpaksa melarang minuman kemasan ‘Torpedo’ agar sementara tidak dijual kepada siswa siswi. Sebab minuman tersebut khusus untuk orang dewasa bukan untuk anak anak. (yon)

Facebook Comments