Radar Jateng

Mandor Bangunan Ini Gantung Diri Menggunakan Kawat

Mandor Bangunan Ini Gantung Diri Menggunakan Kawat

DI RUMAH SAKIT – Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan mandor proyek yang tewas gantung diri.
AGUS WIBOWO/RATEG

Sejumlah pekerja bangunan yang tengah menggarap proyek pembangunan Kantor Bea Cukai di Jalan Kapten Ismail Pekauman, Tegal Barat kaget. Hal itu setelah melihat mandornya, Juhaedin, warga Dusun Argsari, RT 017 RW 007, Desa Ciberung, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ditemukan tak bernyawa karena gantung diri Selasa (9/10).

Pria 48 tahun itu ditemukan tewas tergantung di seutas kawat di proyek pembangunan gedung Kantor Bea Cukai Tegal sekitar pukul 10.00 WIB. Salah satu saksi di TKP, Riski, 21, mengaku sempat kaget dan panik saat melihat mandor proyek itu tewas dengan kondisi kendat.

Saksi yang diketahui menangani bagian plumbing (jalur instalasi pipa) mengaku, saat itu, dia hendak mengerjakan saluran air di proyek bangunan tersebut. Namun, langkahnya terhenti saat melihat korban sudah menggantung. “Di pojok ada yang menggantung. Saya pikir hantu, karena kondisi di sudut ruangan agak gelap. Tapi setelah dilihat itu ternyata orang,” ucap warga asal Pemalang itu.

Dari kejadian tersebut, saksi kemudian melaporkan ke pekerja lain. “Saat itu, saya lapor Pak Imam di bagian logistik. Bahkan, saya diminta untuk lapor polisi,” jelasnya.

Riski menjelaskan, korban bekerja menjadi mandor bagian keramik di proyek tersebut selama tiga hari. “Saya tidak tahu persis soal dia. Karena dia bagian keramik dan saya bagian pipa. Anak buahnya semua didatangkan dari Kuningan,” imbuhnya.

Mendapat laporan adanya kejadian bunuh diri, pihak kepolisian pun mengevakuasi jasad dan membawanya ke RSI Harapan Anda Kota Tegal. Kapolsek Tegal Barat AKP Sugeng, melalui Panit Reskrim Iptu Bambang mengaku telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Bambang menegaskan, pihak kepolisian menemukan luka hingga mengeluarkan darah di bagian kaki korban. “Memang ada luka. Kami belum bisa mengatakan penyebab kematian korban, apakah murni bunuh diri atau ada penyebab lainnya,” kata Bambang.

Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis terhadap mayat berbadan tambun tersebut. Selanjutnya, mereka juga akan melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. “Kami dalami dan melakukan penyelidikan. Rekan kerja dan saksi juga akan dimintai keterangan,” bebernya.

Untuk sementara, jazad korban akan dilakukan otopsi untuk kepentingan penyelidikan lebihlanjut. Termasuk di antaranya akan segera menghubungi pihak keluarga duka. “Hal ini juga agar bisa mengetahui, apakah ada persoalan di rumah tangganya atau tidak. Dari sinilah, kami bisa melakukan pengembangan jika memang tidak ada persoalan,” jelasnya. (gus/fat)

Facebook Comments