Radar Batang

Keterbatasan Anggaran, Baru Program Sosial yang Berjalan Efektif

Keterbatasan Anggaran, Baru Program Sosial yang Berjalan Efektif

SALAMI ANAK- Bupati Wihaji menyempatkan diri menyalami anak-anak Desa Kutosari saat menghadiri haul Mbah Demang Mertoyodo dan Mbah Kiyai Liman, baru-bari ini.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Bupati Batang, Wihaji, mengakui selama menjabat kurang lebih 1,5 tahun bannyak program yang belum terlaksana karena keterbatasan anggaran. Adapaun program yang sudah berjalan dan tersistem baru untuk program sosial.

” Untuk infrastruktur jalan baru wilayah kota yang kita bangun, untuk wilayah Gringsing kita usahakan tahun depan. Akses menuju wisaata kita mulai bangun dan tata,” Kata Wihaji saat mengjadiri haul Al Maghfurlah Mbah Demang Mertoyodo dan Mbah Kiyai Liman Dukuh Sulangasri, Desa Kutosari, Kecamatan Grongsing, Minggu ( 7/10).

Menurut Bupati, untuk program sosial yang sudah berjalan sesuai dengan sistem, seperti santunan anak yatim piatu 1.500 anak dengan anggaran Rp 1,5 miliar, insentif guru madin dan santunan kematian sebesar Rp 1 juta untuk orang miskin.

” Saya akui, masih banyak pekerjaan rumah untuk membangun kabupaten Batang. Kalu untuk masalah sosial seperti warga yang membutuhkan kursi roda, alat bantu dengar, kita sudah siapkan di Dinas Sosial,” Jelas Wihaji

Lanjut Wihaji, masyarakat Batang harus banyak bersyukur, karena dijauhkan dari bencana. Padahal, banyak saudara sebangsa yang sedang dilanda musibah, seperti Lombok, Palu, Sigi, dan Donggala. Bahkan, ada pula warga Batang yang menjadi korban tsunami dan gempa di Sulawesi Tengah.

” Alhamdulilah, yang selamat sudah berhasil kita pulangkan ke Batang sejumlah 13 orang,” tukas Wihaji.

Menurut dia, haul merupakan media untuk mengingat bahwa setiap manusia bakal jadi calon mati yang tidak bisa dihindari. Maka bersyukur, atas jasa para kyai leluhur masyarakat bisa hidup dengan baik sesuai syariat Islam.

” Haul menjadi pepeling sebagai makhluk yang diciptkan oleh Allah dan akan kembali kepada Nya,” ujar Wihaji.

Ketua Panitia Haul, Khoirudin mengatakan, Haul tersebut merupakan media masyarakat untuk mengenang jasa tokoh agama yang berjuang menyiarkan agama. “Haul Al Maghfurlah Mbah Demang Mertoyodo dan Mbah Kiyai setiap tahunya kita peringati. Dengan biaya swadaya, masyarakat menggelar pengajian dan santunan sebanyak 15 lansia,” jelasnya.

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments