Nasional

Kartel Kuasai Impor Pangan Di Indonesia

FIN

IMPOR PANGAN – Direktur Komunikasi dan Media Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hasim Djojohadikusumo menilai dominasi kartel membuat fungsi pengawasan pangan tak berjalan dengan baik.

JAKARTA – Kebijakan impor pangan pemerintah saat ini dinilai cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, dominasi pelaku kartel dan keterbatasan Bulog membuat distribusi pangan rentan dipermainkan.

Direktur Komunikasi dan Media Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hasim Djojohadikusumo mengatakan, dominasi kartel membuat fungsi pengawasan tak berjalan dengan baik. Menurutnya, hal itu membuat praktik “permainan harga” cukup rentan terjadi.

“Impor kita kan dikuasai oleh kartel. Mereka yang kemudian menyalurkannya kepada masyarakat. Kalau saya kebijakan ini harus diubah,” ujarnya, saat bertandang ke kantor Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa, (9/10)

Menurut Hasim, perlu ada upaya untuk mengkaji ulang kebijakan impor. Terlebih, persoalan data antar kementerian kerap berbenturan dan tak bersesuaian. “Namun di tengah polemik itu kebijakan impor pangan tetap dilakukan. Keputusan Menteri Perdagangan, Enggartisto Lukita harus dipertanyakan. Mengapa impor terus,” katanya.

Persoalan impor, kata dia, harus menjadi atensi serius. Karena ini akan memberi dampak pada segala sektor. Di antaranya bagaimana perputaran uang di kalangan petani.

“Impor juga bisa mempengaruhi nilai mata uang kita. Impor boleh, tetapi harus terukur. Namun ini tidak. Bulog bahkan dengan tegas menolak hal tersebut,” ucap adik kandung Prabowo tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama Bulog, Budi Waseso, juga geram dengan proses pengawasan impor pangan yang tak berjalan maksimal. Dia bahkan menegaskan praktik kartel dalam negeri sudah cukup mengkhawatirkan.

“Bahkan untuk penyerapan beras Bulog hanya bisa maksimal delapan persen. Selebihnya ada di pasar bebas yang tak bisa dijangkau pemerintah,” ungkapnya.

Dampak dari pasar bebas, kata dia, permainan harga tak terelakkan. Dan itu berbanding terbalik dengan kewenangan Bulog yang terbatas. “Maka di sinilah peran satgas pangan. Saya juga telah menyarankan agar pihak kepolisian juga turut terlibat dalam melaksanakan upaya kinerja satgas pangan,” terangnya

Buwas juga menuding praktik kartel bekerja sangat masif dan terstruktur dan keuntungan yang dicapai sangat besar. “Maka petani dan masyarakatlah yang dikorbankan. Mereka membeli harga murah dari petani dan melempar dengan harga tinggi ke masyarakat,” pungkasnya. (rdi/FIN)

Facebook Comments