Radar Kajen

Kebangeten, Orang Kaya Kok Pakai Gas 3Kg

Gas 3Kg

GAS MELON – Gas elpiji bobot 3 kilogram di sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, mengalami kelangkaan.
MUHAMMAD HADIYAN

Pemicu Kelangkaan Gas Elpiji

Kelangkaan gas elpiji bersubsidi bobot 3 kilogram di Kabupaten Pekalongan ternyata akhir-akhir ini ternyata disebabkan peruntukan yang tidak tepat sasaran. Banyak kalangan mampu yang masih menggunakan gas bertabung hijau atau gas melon tersebut. Padahal sudah jelas, gas bersubsidi itu hanya untuk orang miskin dan pelaku usaha mikro.

Hal itu dibenarkan Ketua Korda LPG Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan, Asrofi. Menurut dia, alokasi gas 3 kg dari Pertamina untuk masyarakat kurang mampu di Kota Santri cukup melimpah. Bahkan rata-rata mencapai 30 ribu tabung setiap hari kerja.

“Namun di lapangan, ternyata masih banyak masyarakat mampu, pengusaha industri, rumah makan, dan lain-lain yang tidak berhak memanfaatkan gas subsidi, masih menggunakan gas 3 kg yang jelas haknya orang tidak mampu,” terang Asrofi, kemarin.

Ia membenarkan adanya penyaluran yang tidak tepat sasaran sehingga mengakibatkan kelangkaan di tingkat pangkalan. Pihaknya juga sudah survei ke pangkalan. Bahwa pangkalan sebenarnya sudah menekankan agar pembeli yang mampu, tidak menggunakan gas 3 kg. Pangkalan juga sudah menyediakan gas 5,5 kg dan 12 kg khusus masyarakat menengah ke atas. Tapi kenyataannya, mereka justru ngotot ke pangkalan untuk mintanya yang 3 kg.

“Bulan kemarin, saya dengan Pertamina, Polres, dan Pemda , mengecek ke beberapa industri batik, dan rumah makan besar. Ternyata masih banyak yang pakai tabung 3 kg. Ini yang menjadi penyebab kelangkaan di lapangan,” jelas dia.

Usaha mikro memang diberi jatah gas bersubsidi sebanyak 9-10 tabung per bulan. Rumah tangga miskin dijatah sebulan 3-4 tabung.

“Kalau ada rumah makan yang sampai 20 tabung per bulan, ya bukan miskin lagi. Harusnya pakai tabung yang 5,5 atau 12 kg,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama sadar dan melindungi hak warga kurang mampu. “Jangan sampai kita menggunakan yang bukan hak kita. Ini namanya mendholimi orang miskin,” tambahnya.

Untuk harga eceran tertinggi (HET) sesuai SK Bupati, harga gas elpiji 3 kg di Kabupaten Pekalongan sebesar Rp17ribu di tingkat konsumen. Sedangkan di tingkat pangkalan Rp15.500 per tabung.

Seperti diberitakan sebelumnya, gas elpiji bersubsidi bobot 3 kilogram mulai langka di tingkat pengecer di Kabupaten Pekalongan. Akibatnya, harga gas tabung melon ini naik hingga Rp20ribu dari harga normal sebesar Rp18ribu per tabung. (yan)

Facebook Comments