Radar Batang

Wihaji Minta Dukungan Orang Tua Wali Murid

Wijahi dan Orang Tua serta Wali Murid

AJAK – Bupati Batang, Wihaji mengajak orang tua murid di SDN Proyonanggan 05 untuk mensukseskan Gerakan Matikan TV dan Smartphone pada saat jam belajar, Selasa (9/10).
NOVIA ROCHMAWATI

Sukseskan Gerakan Matikan TV dan Smartphone

Di tengah padatnya tugas sebagai Bupati Batang, Wihaji masih menyempatkan diri mengikuti rapat komite orang tua murid di SDN Proyonanggan 05, Selasa (9/10). Selain ingin bersilaturahmi dan mengetahui perkembangan anaknya, Wihaji juga memanfaatkan momen itu untuk mensosialisasikan Gerakan Matikan TV dan Smartphone.

Dia berharap, rekan-rekan wali murid bisa mendukung gerakan edukatif tersebut. Cara itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hubungan dan anak, dan memberikan pendidikan karakter pada anak.

Gerakan Matikan TV dan Smartphone memang sudah dilaunching Agustus lalu di Reban. Meski dilaunching di Reban, namun gerakan itu berlaku di seluruh Kabupaten Batang. Diharapkan, orang tua dapat mematikan TV dan Smartphone dan menemani anaknya untuk belajar, mengaji ataupun aktivitas lainnya selama dua jam, mulai pukul 18.00 sampai 20.00 WIB.
.
“Saya minta dukungannya kepada seluruh orang tua agar gerakan ini bisa berjalan. Sehingga kesempatan anak untuk belajar dan berinteraksi dengan keluarga dapat terlaksana,” ujar Wihaji pada rekan wali murid di rapat komite.

Ia mengatakan, menciptakan generasi yang memiliki karakter dan budi pekerti tidak bisa dilakukan oleh pihak sekolah saja. Tetapi harus didukung peran dan komitmen dukungan orang tua, lingkungan, serta masyarakat.

” Kalau ada dukungan dan komitmen bersama, Saya yakin karakter anak akan terbentuk dengan baik,” kata Wihaji.

Dijelaskan pula bahwa pencanangan gerakan matikan tV dan smartphone merujuk pada Peraturan daerah No 3 Tahun 2013 tentang pengelolaan pendidikan di Kabupaten Batang.

“Saya minta wali murid bentuk paguyuban kelas, hal ini dimaksudkan untuk saling koordinasi dan komunikasi antara wali murid, komite dan sekolah. Sehingga tahu perkembangan anak didiknya. Dengan adanya paguyuban ini juga bisa menjadi wadah berbagi tips juga bagaimana untuk menyikapi anak dalam belajar,” pungkasnya. (Nov)

Facebook Comments