Radar Kendal

Gara-gara Foto Bareng Caleg Artis, Dua Perangkat Desa Ditegur Panwas

Perangkat Desa Foto Bareng Caleg Artis

KLARIFIKASI- Carik Desa Ngampel beserta Perangkat Desa Winong saat diklarifikasi jajaran Panwascam Ngampel karena tindakannya berfoto bareng caleg.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Ini peringatan untuk para pejabat dan aparatur desa menghadapi tahun politik. Baru-baru ini, seorang Carik Desa Ngampel dan perangkat Desa Winong Kecamatan Ngampel harus berurusan dengan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Ngampel karena diketahui bertemu dengan artis yang juga Caleg DPR RI, Adly Fairuz.

Parahnya, aktivitas tersebut sempat dishare di media sosial. Yang pertama adalah Ratna Elistiawati, carik cantik yang ditegur Panwascam karena rumahnya didatangi si caleg artis. Tak hanya itu, Ratna juga bersama warga sempat berfoto bareng dengan Adly di rumahnya.

“Ibu Ratna Elistiawati sudah kami klarifikasi. Dia mengaku menyesel atas tindakannya sebagai perangkat desa foto bareng Caleg RI Adly Fairuz saat datang di rumahnya sebagai teman kuliah dulu di Jakarta. Dia tidak ingin mengulanginya lagi,” kata Muh Nasro, Ketua Panwaslu Ngampel, Selasa, (9/10).

Namun, Ratna ternyata tidak sendirian. Bersamanya, jelas Nasro, ada Perangkat Desa Winong, Zamzudi, yang melakukan tindakan serupa di rumah carik muda itu. “Perangkat Desa Winong Zamzudi juga sudah mengakui perbuatannya dan membuat surat pernyataan pula,” ungkapnya.

Kordiv Pengawasan Panwaslu Ngampel, Muh Mukhson mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi awal aktivitas Ratna, Zamzudi, dan Adly dari media sosial.

“Kami dapat informasi awal dari gambar yang diunggah di media sosial. Di situ ada gambar caleg pusat dan perangkat desa sini. Lalu kami telusuri, dilanjut klarifikasi. Akhirnya diperingatkan dan membuat pernyataan menyesali perbuatannya,” katanya.

Sementara itu, Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kendal Ubaidillah yang hadir memberikan supervisi proses klarifikasi melontarkan pendapatnya. Menurut dia, tindakan yang dilakukan Ratna dan Zamzudi sudah menjurus pidana Pemilu tentang netralitas perangkat desa yang dapat diancam bui dan denda.

“Namun hasil klarifikasi belum cukup kuat disimpulkan sebagai dugaan tindak pidana. Sudah sepatutnya Panwaslu Ngampel memberikan teguran. Yang bersangkutan juga sudah bikin pernyataan bermaterai,” katanya. (nur)

Facebook Comments