Radar Kajen

Tumbuh di 1500 Hektar, Pohon Kopi Dibiarkan “Liar”

Tumbuh di 1500 Hektar, Pohon Kopi Dibiarkan Liar

MELIHAT – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat melihat hasil bumi masyarakat Desa Lebakbarang, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

LEBAKBARANG – Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan ternyata memiliki luas kebon kopi mencapai sekitar 1500 hektar. Pohon kopi ini masih tanaman liar yang belum dikelola secara baik. Jika diberi bibit yang telah menyesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah diharapkan akan meningkatkan produktifitas.

Hal itu diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, saat mengunjungi desa di dataran tinggi Kota Santri tersebut. Menurutnya, geliat pembangunan pedesaan di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat. Khususnya di beberap wilayah kecamatan atas seperti Lebakbarang, Kandangserang, Paninggaran hingga Petungkriono. Bahkan, ia mengatakan dalam dua tahun ini di sepanjang jalan kecamatan itu sudah banyak ditemukan rumah penduduk yang bagus dengan dilengkapi mobil.

“Ini sebagai salah satu bukti meningkatnya kemakmuran masyarakat kita yang ditandai dengan kemampuan ekonomi atas barang sekunder,” ujar Bupati Asip Kholbihi.

Menurut dia, hal tersebut tidak lepas karena daerah kecamatan atas rata rata merupakan pusatnya tanaman Agrobis, yang jika dikembangkan akan mendatangkan nilai ekonomi tinggi. Seperti halnya Kecamatan Lebakbarang, tersebut sebagai daerah penghasil kopi robusta, gula aren, pisang , dan cengkeh yang telah menyumbang ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan inventarisasi untuk kemudian pemerintah akan memberikan bantuan dari hulu, dengan memberikan bibit kopi. “Ini penting karena kopi ini menjadi salah satu penggerak ekonomi setempat,” tandasnya.

Di Kecamatan Lebakbarang, luas kebon kopi di bawah tegakan pohon diperkirakan mencapai 1500 hektar dan pohon kopi ini masihlah tanaman liar yang belum dikelola secara baik. Jika diberi bibit yang telah menyesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah diharapkan akan meningkatkan produktifitas.

Disamping penghasil kopi, wilyah ini juga penghasil cengkeh. Cengkeh mampu memberi pendapatan yang lumayan. Dan saat ini sudah ada kerja sama antara LMDH dengan perhutani untuk penanaman pohon cengkeh di sela sela pohon tegakan dengan jumlah pohon cengkeh hingga 2000 pohon. “Dan diperkirakan pada lima tahun mendatang akan panen sehingga dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat,” tandasnya. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments