Radar Kendal

Duh, Persebaran Kartu Tani masih Rendah

Kepala Dislutkan Kendal, Agung Setiawan

Kepala Dislutkan Kendal, Agung Setiawan

KENDAL – Banyak petani tambak di Kabupaten Kendal belum memiliki Kartu Tani. Padahal, kepemilikan kartu itu menjadi syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Adapun Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) hanya memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada kelompok petani tambak terkait proses kepemilikan Kartu Tani. Kepala Dislutkan Kendal, Agung Setiawan mengatakan, kewenangan pendataan untuk pembuatan Kartu Tani berada pada Dinas Pertanian dan Pangan. “Data petani tambak sudah kami serahkan pada Dinas Pertanian untuk proses kepemilikan Kartu Tani,”katanya, Senin (8/10).

Agung mengungkapkan, di Kabupaten Kendal terdapat 3.341 hektar tambak yang tersebar di 7 kecamatan. Sedangkan jumlah petani tambak sebanyak 1.257 orang. Penanganan jatah pupuk bersubsidi juga berada pada Dinas Pertanian. Setiap tahun, pihaknya selalu memberikan laporan kebutuhan pupuk bagi petani tambak kepada Dinas Pertanian.

“Kami hanya sebatas memberikan laporan data kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani tambak, namun untuk selanjutnya yang memproses Dinas Pertanian,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Diah Aning Budiarti

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Diah Aning Budiarti

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Diah Aning Budiarti mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada petani tambak agar segera membuat Kartu Tani. Jika saat ini masih ada toleransi untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tidak harus menggunakan Kartu Tani, namun ke depan harus menggunakan Kartu Tani.

Bahkan sudah ada Surat Edaran dari Biro Provinsi Jawa Tengah yang mengharuskan petani menggunakan Kartu Tani.”Kami harap para petani tambak segera menyerahkan berkas persyaratan untuk proses pemilikan Kartu Tani,” tandasnya.

Dikatakan Diah, dari 7 kecamatan yang ada, sebagian petani tambak sudah memiliki Kartu Tani. Mereka tersebar di Kaliwungu, Brangsong, dan Kecamatan Kendal sendiri. “Itu pun baru sebagian kecil,” tukasnya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments