Radar Jateng

Ada yang Berminat ? Dibutuhkan 180 Ribu Relawan Pendamping Ibu Hamil di Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Tunggul Kumoro/ JawaPos.com)

SEMARANG- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang mencari 180 ribu relawan pendamping ibu hamil risiko tinggi. Langkah ini merupakan bentuk kesiapan dalam mendukung upaya penurunan Angka Kematian iIbu (AKI) melahirkan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan, kehadiran relawan itu penting untuk memonitor para ibu hamil. “Kami harapkan, saat pendampingan bisa mengecek rutin. Mulai asupan gizi, kondisi harian, diantar dan ditunggu sampai si ibu melahirkan. Kalau sampai melahirkan ditunggui, Insya Allah bisa mengurangi risiko kematian,” jelas Ganjar saat menghadiri Pertemuan Steering Committe untuk Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir di Jawa Tengah, Selasa (9/10).

Ganjar menilai, peningkatan sumber daya manusia adalah salah satu cara paling efektif menekan AKI. Realisasinya adalah mengawal dan mengawasi seluruh periode kehamilan. “Ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Jateng sudah punya program 5NG, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Ini sebenarnya ada temannya, yakni one student one client,” sambungnya.

One student one client sendiri adalah program pendamping 5NG. Setiap ibu hamil mendapat pendampingan. Ganjar menerangkan, dalam konteks itu, student tak selalu berarti siswa atau mahasiswa. Melainkan bisa juga dari kelompok masyarakat, LSM, atau pemerhati.

Walaupun saat ini kontributor terbesar masih dari kalangan kampus. “Ormas agama akan masuk. Nanti kami dorong dari PKK, posyandu banyaklah. 180 ribu tidaklah banyak jika dibanding 35 juta warga Jateng. Tentu banyak orang yang peduli soal ini,” papar politikus asal PDIP itu.

Sementara untuk 5NG, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, sejak diluncurkan 2016 lalu program ini telah sukses menurunkan angka kematian ibu. Angkanya mencapai 88,58 per 100 ribu kelahiran atau sebesar 14 persen. Pencapaian itu melampaui target yang ditetapkan SDG’s, yang hanya sebesar 3 persen per tahun atau 90 per 100 ribu kelahiran hidup.

Tak puas dengan pencapaian itu, Ganjar meminta kepada forum agar mereformulasi terkait penanganan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB). Sehingga, tercipta masukan untuk adanya perbaikan dari segi anggaran, kapasitas, Infrastruktur, sistem evaluasi, fasilitas.”Berapa rata-rata orang hamil per tahun di Jawa Tengah? Yang bermasalah berapa? Nah kita cari relawan untuk mendampingi ibu hamil yang bermasalah,” lanjutnya, seperti dilansir jawapos.com.

Ganjar mengungkapkan, dengan begitu segala kendala di lapangan dapat dideteksi secara dini dan harapannya segera bisa diatasi. Ia mencontohkan untuk kasus ibu hamil dengan risiko tinggi, namun berada di daerah terpencil. Dalam hal ini, relawan bisa memberi arahan supaya dekat dengan lokasi pelayanan. “Atau jika menghendaki pelayanan yang lebih bagus atau dokter lebih bagus, ya sudah ditaruh di rumah singgah. Dipaksa diedukasi agar mereka nyaman yang penting mereka selamat,” ungkapnya. (jawapos)

Facebook Comments