Radar Kajen

Piye Kiye, Gas Melon Kok Langka di Pasaran

Gas Melon

GAS MELON – Sebagian ibu rumah tangga di Kabupaten Pekalongan mengeluhkan kelangkaan gas elpiji bobot 3 kilogram di tingkat eceran.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Gas elpiji bersubsidi bobot 3 kilogram mulai langka di tingkat pengecer di Kabupaten Pekalongan. Akibatnya, harga gas tabung melon ini naik hingga Rp20ribu dari harga normal sebesar Rp18ribu per tabung.

Khofifah (51), salah seorang ibu rumah tangga asal Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mengaku, sudah beberapa hari ini dirinya kesulitan mencari gas elpiji bersubsidi tersebut. Gas melon bergabung hijau itu kerap habis di tingkat pengecer.

“Belakangan ini sulit nyari. Sering kehabisan,” kata dia, kemarin.

Ia sendiri tidak tahu penyebab kelangkaan tersebut. “Katanya sih langka,” ucapnya.

Akibatnya, ia terpaksa mencari gas 3 kg itu ke desa lain. “Kalau kehabisan ya terpaksa nyari ke desa lain. Gimana lagi, gas kan kebutuhan untuk masak. Kalau nggak ada gas, ya nggak bisa masak,” tuturnya.

Sulitnya mencari gas melon membuat harga di tingkat pengecer mengalami kenaikan. “Ada yang nyampai Rp20ribu per tabung. Ada juga masih normal Rp18ribu, tapi kau stoknya ada biasanya langsung habis,” jelas dia.

Hal sama juga dialami warga Kajen, Endang (46). Seorang penjual warung kecil-kecilan ini juga mengaku kesulitan mencari gas melon. “Udah seminggu ini langka mas. Saya sulit dapatnya” kata Endang.

Untuk mendapatkan bahan bakar kompor di dapur itu, ia harus pesan terlebih dahulu beberapa hari sebelum stok ada. “Biasanya saya pesan dulu ke penjual gasnya. Biar nggak kehabisan,” ungkapnya.

Ia berharap, ketersediaan gas melon di eceran dapat kembali normal. Sehingga tidak menyusahkan para ibu rumah tangga.

“Gas kan kebutuhan pokok. Ya diharapkan bisa normal lagi,” tandas Endang.

Hal senada diungkapkan pedagang Yudi. Ia menerangkan bahwa beberapa hari ini memang gas elpiji 3 kilogram langka. “Saya sendiri dapat tiga tabung langsung habis. Kalau harga, ya tentunya naik karena barangnya langka,” terangnya.

Ditanya kenaikan harga, ia tidak mau menyebutkan. “Pokoknya naiklah, bisa sampai Rp 5 ribu dari harga normal,” terangnya. (yan)

Facebook Comments