Metro Pekalongan

Awas, Satu Arah Sudah Mulai Diuji Coba

Sistem Satu Arah

TERAPKAN – Dinhub Kota Pekalongan mulai melakukan uji coba penerapan sistem satu arah di Jalan Cempaka dan Jalan Teratai, Senin (8/10). Uji coba akan dilakukan selama dua minggu kedepan.
M. AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan mulai melakukan uji coba penerapan sistem satu arah tahap ketiga yakni di ruas Jalan Teratai dan Jalan Cempaka, Senin (8/10).

Dalam uji coba yang akan dilakukan selama dua minggu tersebut, Dinhub akan menempatkan petugas dan barikade sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Dinhub Kota Pekalongan, Slamet Prihantono, menerangkan uji coba dilakukan untuk melihat kondisi pasca penerapan satu arah sekaligus membiasakan para pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Usai uji coba, juga akan dilakukan evaluasi terkait dampak penerapan sistem satu arah tahap ketiga itu.

“Selama dua minggu ini kami tempat petugas dan barikade sekaligus rambu-rambu di sekitar lokasi. Setelah pengguna jalan terbiasa akan kami buatkan rambu permanen dan akan diterapkan pemberlakuan sekaligus masa pengawasan selama satu bulan. Masyarakat yang melanggar akan kami bina, akan diingatkan. Baru bulan berikutnya akan ada penindakan,” kata Totok, sapaan akrabnya.

Sistem satu arah di Jalan Cempaka, diterapkan dari arah selatan ke utara sedangkan Jalan Teratai diterapkan sebaliknya, dari utara ke selatan. Untuk Jalan Cempaka, sistem satu arah diberlakukan selama 24 jam sedangkan Jalan Teratai hanya diberlakukan 12 jam.

“Pertimbangannya adalah di Jalan Cempaka sejak malam hari pun sudah penuh. Banyak kendaraan pengangkut barang milik pedagang di pasar darurat yang sudah masuk sehingga kami berlakukan 24 jam,” jelasnya.

Sedangkan untuk Jalan Teratai, akan dilakukan uji coba untuk mengetahui kebutuhan sesuai kondisi ruas jalan tersebut. “Kami tempatkan petugas disana sekaligus untuk mengamati untuk keperluan evaluasi. Apakah sistem satu arah ini efektif diberlakukan untuk semua, atau hanya khusus mobil saja. Ini juga menjadi bagian evaluasi kami dalam masa uji coba ini,” tambahnya.

Totok melanjutkan, sistem satu arah di dua ruas jalan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi kepadatan yang terjadi baik di ruas jalan yang diterapkan satu arah maupun beberapa ruas jalan yang ada di sekitarnya. Selain itu, penempatan pasar darurat di Lapangan Sorogenen juga berdampak pada bertambahnya volume kendaraan di dua ruas jalan tersebut. (nul)

Facebook Comments