Radar Jateng

15 Siswa SD Diduga Keracunan Susu Nasional

Siswa SD Keracunan

DIRAWAT – Dua siswa yang keracunan setelah meminum susu Nasional menjalani perawatan di puskesmas.
Radar Banyumas

CILACAP – Sedikitnya 15 siswa SD Sidanegara 03 dilarikan ke Puskesmas Cilacap Tengah I, Senin (8/10). Mereka diduga keracunan setelah meminum Susu Nasional dalam kemasan sachet. Susu tersebut dijual penjaja sekitar sekolah.

Guru SD Sidanegara 03 Ning Sulastri, yang mendampingi para korban ke Puskesmas, mengatakan, beberapa siswa membeli susu kemasan sachet yang dijual di luar gerbang sekolah. Saat itu waktu istirahat pertama pukul 09.00. Setelah pukul 10.00, satu persatu siswa mengaku pusing dan sakit perut. “Ketika kami tanya ke beberapa siswa yang pusing, mereka mengaku baru meminum Susu Murni yang dibeli di depan sekolah,” jelasnya.

Pihak sekolah lantas berinisiatif memberikan pertolongan pertama. Untuk menetralisir dugaan keracunan, para siswa diberi air kelapa muda untuk diminum. Setengah jam kemudian, pihak sekolah membawa siswa yang sakit ke Puskesmas Cilacap Tengah I.

Setelah itu, beberapa siswa lain yang mengalami pusing dan mengaku ikut meminum susu tersebut juga menyusul ke Puskesmas.

Kepala Seksi Survelence, Kejadian Luar Biasa (KLB) dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, Hutomo Eko Prasetyo mengatakan, ada 15 siswa yang menjadi korban keracunan.

12 siswa diantaranya kemudian diperbolehkan pulang dan ditangani rawat jalan. Sementara 3 siswa lainnya, yakni Kaila Kahka siswa kelas 4, Kania Puspita siswa kelas 4, dan Galih Agesta kelas 3 dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. ” Mereka mengalami demam, dan sesak nafas,” jelasnya.

Dugaan awal dari hasil wawancara korban, atapun pengecekan barang bukti awal, siswa tersebut memang diduga mengalami keracunan. Namun demikian, keracunan seperti apa, dinas masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Dari sample, dan informasi akan kita tangani lebih lanjut,” ujarnya.

Dari pengecekan sample barang bukti Susu Nasional, dia menyebut setelah dicek, kedaluarsa produk tersebut tanggal 14 Oktober.

Untuk mengetahui apakah sample tersebut sebagai penyebab keracunan, dia akan melakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Hotomo mengatakan, akan diteliti apakah ada indikasi susu tersebut masih layak dikomsumsi atau tidak. “Tentu akan kita cek apakah susu tersebut sudah kedaluarsa atau belum,” tandasnya.

Hutomo meminta kepada pihak keluarga siswa untuk segera membawa anak mereka ke Puskesmas bila mengalami keluhan pada perut. “Terutama yang ikut meminum Susu Nasional,” kata dia.

Saat ini, dinas belum bisa memutuskan status KLB. Dinas a masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut. Apakah ada korban lagi atau tidak.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kapolsek Cilacap Tengah, Aceng Rohman mengatakan, polisi menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 11.30. Yakni ada kejadian dugaan keracunan dari susu. Polisi akan melakukan penyelidikan dengan menulusuri pihak perusahaan atau distributor Susu Nasional. “Kami juga harus mengetahui, apakah ada makanan lain, selain susu tersebut yang dikomsumsi oleh korban,” terangnya.

Saat ini, polisi masih mencari penjual Susu Nasional yang berdagang di sekitar SD Sidanegara 03. “Penjual belum kita amankan. Sedang kita kejar,” ungkapnya. (nas/dis)

Facebook Comments