Radar Kajen

Catat Ini, Kerusakan Jalan Diselesaikan Bertahap

Catat Ini, Kerusakan Jalan Diselesaikan Bertahap

SONJO DESO – Bupati Pekalongan saat meninjau kondisi infrastruktur di daerah atas dalam acara Sonjo Deso, di Lebakbarang, Sabtu kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Pemkab Pekalongan akan segera menyelesaikan persoalan jalan rusak yang meresahkan masyarakat. Penyelesaian ini akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2019. Akhir tahun 2018 mengejar pekerjaan di beberapa daerah bawah, melalui kegiatan yang telah dianggarkan.

Seperti itulah yang disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Minggu kemarin (7/10), usai melakukan kegiatan Sonjo Deso mendatangi daerah terpencil di Kecamatan Lebakbarang. Menurutnya, masalah infrastruktur jalan sangat menjadi perhatian masyarakat.

Sebab, saat ini masih terdapat beberapa titik kerusakan jalan di daerah bawah, dan banyak titik di daerah atas. Kerusakan tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, dan memperlambat perekonomian, sehingga menjadi perhatian khusus untuk diselesaikan.

“Untuk tahun 2018, sampai akhir tahun, akan diselesaikan perbaikan titik-titik kerusakan jalan di daerah bawah. Kemudian saya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru), tahun 2019 juga telah merencanakan anggaran perbaikan jalan di daerah atas,” ujar bupati.

Dalam kegiatan Sonjo Deso yang dilaksanakan selama dua hari dan menginap di Desa Timbangsari, Kecamatan Lebakbarang, bupati mendapatkan banyak keluhan terhadap permasalahan jalan dan jembatan dengan kondisi rusak.

“Di daerah atas banyak sekali yang masih rusak dan sudah ada perencanaan anggaran untuk menyelesaikannya di tahun 2019. Selain Petungkriyono, banyak desa di Lebakbarang juga butuh perhatian, termasuk beberapa daerah atas lainnya,” kata Asip.

Dijelaskan, padahal daerah-daerah atas di Kabupaten Pekalongan memiliki potensi perekonomian sangat luar biasa. Seperti di Kecamatan Lebakbarang, prototipe dese setempat menunjukkan kekayaan luar biasa, karena terdapat perkebunan kopi, gula aren, cengkeh, dan sebagainya.

Meski demikian, dengan kondisi infrastruktur yang masih rusak menjadikan aktivitas masyarakat terbatas, kemudian beberapa desa dengan akses cukup sulit juga membuat banyak pemuda lulusan SMA masih menganggur, dan akan segera diatasi.

“Tak sedikit permasalahan ketika kita melakukan Sonjo Deso di daerah terpencil Kabupaten Pekalongan, mulai dari air bersih, hama babi hutan dan monyet, jalan, serta anak-anak lulusan SMA menganggur, dan lainnya. Insyaallah ini akan segera terselesaikan semua,” tandas bupati. (yan)

Penulis: Muhammad Hadiyan | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Facebook Comments