Radar Batang

Nelayan Minta Ada Solusi Soal Cantrang

Nelayan Minta Ada SOlusi soal Cantrang

NYADRAN – Prosesi larungan ke laut menjadi bagian dari ritual sedeklah laut di kawasan pantai TPI Klidang Lor, kemarin.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Ribuan warga nelayan sejak pagi memadati areal pelabuhan Batang untuk menyaksikan prosesi sedekah laut (nyadran) yang digelar setiap tahun sekali. Sebelum dilanjutkan dengan ritual larung sesaji di tengah laut, acara seremonial dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor Batang, Minggu (7/10), dihadiri Bupati Batang Wihaji, unsur Forkopimda, Kepala Instansi terkait, dan para tokoh nelayan.

Dalam sambutannya, Bupati Batang Wihaji mengungkapkan, kegiatan sedekah laut atau nyadran tersebut merupakan kegiatan tahunan nelayan. “Nyadran merupakan bagian dari kegiatan tradisi, nguri-nguri kebudayaan, yang dilakukan nelayan Batang. Sedekah laut ini menjadi wujud rasa syukur para nelayan kepada Allah SWT, atas hasil tangkapan ikan yang diperoleh,” kata Bupati.

Melalui nyadran, harapannya rezeki akan bertambah dan hasil tangkapan ikan melimpah dari tahun ke tahun. “Saya yakin kalau kita selalu bersabahat dengan alam, alam pasti bersahabat dengan kita,” kata Wihaji.

Ia pun mengatakan agar masyarakat nelayan untuk tidak larut dalam kegembiraan, dan harus perbanyak doa dan bersyukur. Sebab, masih ada saudara -saudara sebangsa yang masih terkena musibah bencana alam.

Ucapan terimakasih juga dismpaikan Bupati kepada Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga, dan Dandim 0736, Letkol Kav Henry Nqpitupulu yang telah bersinergi dengan masyarakat nelayan yang selama ini membantu memberikan ijin melaut.

“Ke depan Pemkab akan merencanakan pembangunan TPI Higienis, agar hasil tangkapan ikanya bisa lebih baik dan nelayan lebih sejahtera,” kata Wihaji.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Batang, Teguh Tarmujo mengatakan, lewat tradisi nyadran, masyarakat nelayan berharap tetap diberikan keberkahan dan dipermudah segala urusannya dalam melaut. “Termasuk masalah peizinan dan sebagainya. Bagaimanapun juga, sudah mendapatkan surat izin, maka nelayan bisa melaut dengan tenang, dan memberikan ketentraman dalam mencari nafkah di laut,” katanya.

Dikatakan Teguh, bagi nelayan yang biasa beraktifitas di TPI Klidang Lor 1 dan 2, saat ini memang masih terkendala masalah perizinan. “Jadi sekali lagi kita terbentur dengan aturan, terutama masalah perizinan alat tangkap yang sudah familiar digunakan nelayan Batang. Kami berharap, ada tindak lanjut dari pemerintah, agar hal hal seperti itu tidak menjadi kendala melakukan kegiatan sehari hari sebagai nelayan,” terangnya.

Ditambahkan Teguh, terkait pendapatan ikan dalam kurun waktu satu bulan belakangan di TPI Klidang Lor 1 tidak mengalami masalah. Hanya, setelah bulan Juli 2018 kemarin, paska masa pemberlakuan SIPI selesai sempat mengalami kendala.

“Tapi kini mereka sudah sedikit tenang, karena ada solusi dari pemerintah walaupun dalam bentuk surat keterangan yang ditanda tangani oleh pejabat terkait,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments