Radar Kajen

Kembalikan Kecintaan Generasi Milinial Terhadap Budaya Jawa

Sebagai upaya dalam mengembalikan kecintaan generasi muda terhadap budaya Jawa, para pecinta dan praktisi tari yang tergabung dalam Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mekar Budaya melakukan berbagai kegiatan yang mengajak anak-anak muda untuk bergabung dan belajar tari. Seperti apa? Fakhrun Nisa, Bojong

Kembalikan Kecintaan Generasi Milinial Terhadap Budaya Jawa

BERLATIH MENARI – anggota LKP Mekar Budaya tengah berlatih menari salah satu satu tarian adat.
FAKHRUN NISA

Kecintaan terhadap budaya Jawa dirasa semakin memudar seiring perkembangan budaya luar yang semakin merangsek masuk dan digemari oleh generasi muda. Kegelisahan itulah yang dirasakan oleh salah satu pengelola LKP Mekar Budaya, Cucuk Marita. Sejak 1994 LKP yang bersekretariat di Desa Bojongminggir Kecamatan Bojong ini menyebarkan kecintaan terhadap budaya Jawa kepada anak-anak muda.

Diceritakan, LKP Mekar Budaya merupakan salah satu lembaga kursus yang berdiri sejak tahun 1994. Berbagai halangan dan kendala sering dirasakan oleh para pengelola LKP Mekar Budaya. Hal itu menyebabkan LKP ini sempat vakum selama beberapa tahun. Meski begitu, semangat yang membara dari para pecinta budaya Jawa berhasil menghidupkan kembali LKP ini pada tahun 2005 lalu.

Dalam mengembangkan kebudayaan Jawa, LKP Mekar Budaya menyasar pada anak-anak. Hal tersebut dimaksudkan agar kebudayaan Jawa tetap lestari dari generasi ke generasi. Beberapa kegiatan yang rutin digelar oleh LKP Mekar Budaya adalah latihan tari adat. Ada beberapa jenis tarian yang diajarkan oleh Cucuk Marita dan kawan-kawan, diantaranya tari jawa klasik, tari kreasi, dan tari kontemporer.

“Kalau sekarang kita lihat, anak-anak sudah mulai kurang menyenangi budaya sendiri. Kita berusaha menggali lagi minat dan bakat anak-anak, serta membangkitan kecintaan mereka terhadap budaya Jawa sejak dini,” ujar Cucuk, sapaan akrabnya.

Dalam mengajarkan tari, Cucuk selalu memulai dari gerakan dasar, diantaranya ragam gerak tangan yang meliputi ngiting, seblak, dan kenser. Hal tersebut dilakukan karena sebagian besar anggota baru yang bergabung ke LKP Mekar Budaya masih awam terhadap gerakan tari. Melalui tarian, Cucuk juga ingin mengajarkan karakter orang Jawa dengan nilai sopan santun yang tinggi.

“Kita ingin memberikan pelajaran yang berkarakter kepada anak agar mereka mengerti unggah-ungguh budaya Jawa. Jika tidak dididik sejak dini mereka akan mudah terpengaruh budaya yang tidak sesuai,” imbuhnya.

Selain mengadakan latihan, LKP Mekar Budaya juga menggelar kegiatan studi bandi ke LKP lain untuk belajar tentang pembelajaran, pengelolaan, serta program lainnya. Salah satu LKP yang pernah dikunjungi oleh Cucuk beserta rombongan adalah LKP Tari Natya Lakshita di Yogyakarta. Kunjungan tersebut juga diikuti oleh para anggota LKP Mekar Budaya yang notabene masih pelajar.

“Kegiatan studi banding semacam itu bisa menambah semangat anggota untuk berlatih. Apalagi di akhir pembelajaran ada uji kompetensi yang harus mereka hadapi,” terangnya.

Wanita yang telah mengajar tari sejak 1991 ini juga berharap LKP Mekar Budaya dapat berkembang dan melebarkan sayap, tidak hanya di Bojong tetapi juga di kecamatan lain. Adalah sebuah keinginan Cucuk, untuk mengajak masyarakat bersama-sama mencintai dan melestarikan kebudayaan Jawa. (*)

Penulis: Eka Isditya | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments