Metro Pekalongan

Sulitnya menjadi Ibu di Era Milenial

Sulitnya menjadi Ibu di Era Milenial

DILANTIK – Empat PCNA se Kota Pekalongan Periode Muktamar XIII secara resmi dilantik oleh Ketua PDNA Kota Pekalongan, Mey Amna Hijriyah, Sabtu (6/10), di Masjid Al Hikmah Podosugih.
M AINUL ATHO

KOTA PEKALONGAN – Ibu adalah madrasah utama dan pertama bagi setiap anak. Namun di era milenial seperti sekarang ini, tidaklah mudah memainkan peran sebagai ibu yang bajik dan bijak, apalagi jika tak dituntun ilmu dan iman.

Demikian pesan Prof Dr H Yusuf Suyono MA dari PWM Jawa Tengah saat mengisi tabligh akbar dalam rangka pelantikan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se Kota Pekalongan, Sabtu (6/10), di Masjid Al Hikmah Podosugih. Kata dia, setidaknya ada lima tantangan yang dihadapi orang tua di zaman now.

Pertama, kurangnya bekal ilmu parenting. Tidak sedikit orang tua yang mendidik anak-anaknya dengan bekal ilmu yang minim. Kedua, abai terhadap kehalalan sumber dan makan anak. Ketiga, kurangnya kemampuan berkomunikasi dengan anak. Kelima, kemajuan teknologi.

“Kemajuan teknologi ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama ibu. Ini eranya milenial, era industri 4.0, eranya gadget. Kalau orang tua nggak mau belajar, bisa terjadi kesenjangan pengetahuan, kesenjangan bahasa, ya iso diapusi anak juga. Makanya penting untuk mendidik anak dengan ilmu,” kata Prof Yusuf.

Menurut dia, ada beberapa tugas orang tua terhadap anak sesuai tuntutan Islam. Pertama, memberi nama yang baik. Kedua, memperbagus budi pekerti. Ketiga, mengajarkan anak baca tulis, renang, berkuda, dan memanah. Keempat, memberi rizki yang halal dan thoyib. Kelima, menikahkan kalau sudah tiba waktunya. “Berenang, berkuda dan memanah itu zaman Nabi, kalau zaman now bisa ditafsirkan sebagai keterampilan. Jadi bekali anak dengan ilmu dan keterampilan. Sekarang ilmu saja tak cukup, harus memiliki kompetensi agar professional,” pesan Yusuf.

Ketua PDNA Kota Pekalongan, Mey Amna Hijriyati SSi, mengatakan pelantikan dilakukan terhadap empat kepengurusan PCNA se Kota Pekalongan Periode Muktamar XIII (2016-2021). Untuk PCNA Utara diketuai Ihwatil Khasanah, PCNA Selatan Wahyuningsih SPd, PCNA Barat Chayatul Karima SPd, dan PCNA Timur dipimpin Bela Zahra Maulita.

“Kami berharap, para Nasyiah di Cabang ini tidak hanya bergelut dengan urusan internal, tetapi juga bagaimana melakukan aksi yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ini jadi tantangan bagi kami para Nasyiah,” terangnya.

Menurut Mey, tabligh akbar itu juga digelar untuk memeriahkan milad NA ke-90 serta kajian triwulan PD Aisyiyah. Panitia sengaja mengangat tema ‘Menjadi Ibu Bijak di Era Milenial’ karena relevan dengan kebutuhan emak-emak zaman now.

“Sebagian Nasyiah ini kan emak-emak muda yang mengalami tiga revolusi teknologi, sampai era milenial ini. Jadi penting untuk mendidik anak dengan bahasa zamannya, paling tidak mau memahami, tidak gaptek, jangan kudet, dan seterusnya. Ini jadi tantangan tersendiri,” ucapnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments