Metro Pekalongan

Aneka Jajan dan Minuman Jadul di Peken Batikan di Meduri Asri

Peken Batikan

MENINJAU – Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE meninjau pedagang makanan tempo dulu di Peken Batikan, Kawasan Wisata Meduri Asri, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Minggu (7/10).
LAILATUL MAFIYAH

Kawasan Wisata Meduri Asri, setiap Minggu kini disulap menjadi pasar tempo dulu dengan menjual aneka kuliner khas Kota Pekalongan zaman dulu. Tak hanya kuliner tetapi kerajinan tangan, batik, dan tenun juga dihadirkan. Seperti apa? LAILATUL MAFIYAH, KOTA PEKALONGAN

Wisata Meduri Asri di Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan setiap Minggunya menghadirkan konsep wisata berbeda. Wisata yang terkenal dengan arena outbond itu digelar Peken Batikan, yakni pasar berkonsep back to nature dan ikon batik.

Peken Batikan menggandeng puluhan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Pekalongan di bidang kuliner dan kerajinan. Puluhan makanan dan minuman khas Kota Pekalongan tempo dulu dihadirkan, seperti botok, pecal, rujak tingkeban, bubur sagu, dan jajanan lainnya. Untuk minuman tersedia seperti gula asam, kulit asam, dan beras kencur.
Menikmati aneka sajian di Peken Batikan, pengunjung dapat membeli dengan menggunakan koin batok sebagai mata uang.

Walikota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE usai meninjau acara mengapresiasi Peken Batikan. “Kuliner khas Kota Pekalongan ini ternyata kalau digali beragam, di sini bisa bernostalgia dengan makanan zaman dulu. Paling tidak dengan kekhasan ini dapat membawa wisatawan ke kota Pekalongan untuk menikmati kuliner tempo dulu,” tuturnya.

Saelany mengungkapkan bahwa Peken Batikan dapat mengangkat UKM di Kota Pekalongan. Ini menjadi satu ikon tempat wisata kuliner yang bisa dikunjungi di Kota Pekalongan.

“Saya berharap ini bisa langgeng dan berkelanjutan, Pemkot Pekalongan melalui badan promosi daerah akan mempromosikan ini sehingga membawa peningkatan destinasi wisata,” ungkap Saelany.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Pekalongan, Nur Slamet B SPi MSi, mendukung Peken Batikan sebagai bentuk promosi pariwisata. Pariwisata sangat menopang ekonomi masyarakat Kota Pekalongan. Harapannya, event semacam ini bisa digelar di wisata lain di Kota Pekalongan. “Peken Batikan bisa menjadi daya ungkit wisata Kota Pekalongan yang tentunya didukung dengan sapta pesona,” beber Slamet.

Konseptor Peken Batikan, Wahyu Nugroho, menjelaskan Peken Batikan mengenalkan kuliner Pekalongan dan kearifan lokal dengan konsep back to natural. “Harapannya masyarakat mendapatkan rekreasi murah dan edukasi yang memiliki nilai sosial dan budaya. Saat ini sudah 20 UKM, ini kali pertama dan tiap minggunya akan kami upgrade untuk melibatkan kalangan UKM, komunitas, seniman lebih luas. Tidak hanya kuliner tapi juga kerajinan tangan yang khas Kota Pekalongan seperti batik, tenun, dan handmade lain yang ada di Kota Pekalongan,” papar Wahyu.

Dikatakan Wahyu Peken Batikan mengangkat ikon warung Agung, masyarakat dapat menikmati makanan dan bisa berkeliling dengan perahu. Setiap Minggu, Meduri Asri bisa jadi pilihan untuk wisata dan menikmati aneka kuliner tempo dulu. “Peken Batikan ini kami angkat batik Kota Pekalongan sebagai tema, ketika masuk ke Kawasan Meduri Asri, pengunjung disambut dengan hiasan batik Pekalongan. Tenant sendiri menggunakan sarung batik dan beberapa ornamen nuansa batik Pekalongan,” bebernya.

Peken Batikan ini juga akan difasilitasi workshop anak untuk edukasi anak, membatik, melukis, bermain congklak, dan permainan tradisional lainnya. Selain itu, pengunjung juga diajak untuk bermain outbond dan kegiatan alam seperti berternak ikan dan menanam padi. Tertarik? (*)

Facebook Comments