Radar Batang

Prof Amany Bedah Gagasan Unity in Diversity ala Indonesia di Tazakka

Kuliah Umum

FOTO BERSAMA – Usai kuliah umum, Prof Amany bersama para Pimpinan Tazakka serta anggota DPR RI Marlinda berfoto bersama dengan siswa Afganistan, kemarin.

BANDAR – Para siswa Afganistan program short course Setwapres RI-MUI dan seluruh siswa kelas 6 KMI Pondok Modern Tazakka mendapatkan kesempatan kuliah umum berbahasa Inggris dari Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr Amany Lubis MA. Profesor perempuan muda itu membedah konsep unity in diversity dengan menjadikan Indonesia sebagai prototype.

Persatuan dalam keragaman atau al-wihdah fi at-tanawwumemang menjadi pokok bahasan sang Profesor. Direktur KMI PM Tazakka, KH M Bisri, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Profesor Amany. “Kehadiran guru besar UIN tersebut merupakan kehormatan bagi Tazakka sekaligus memberikan kebanggaan tersendiri bagi para santri”, ujarnya.

Prof Amany menjelaskan dengan baik dalam bahasa Inggris yang fasih tentang makna persatuan dalam keberagaman. Menurutnya, peradaban Islam global akan kembali maju dan berkembang pesat apabila ukhuwah islamiyah terjalin sangat kuat.

Amany menambahkan, kemajuan tersebut akan tercapai apabila masing-masing bangsa dan negara saling mengenal budaya satu sama lain, saling memahami, saling bekerjasama, dan saling melengkapi atau menguatkan serta mengutamakan kemaslahatan bersama.

“Indonesia menjadi contoh bagi bangsa lain, dengan keberagaman yang sangat majemuk namun masyarakatnya tetap utuh bahu membahu, dapat saling bekerjasama dan menghormati serta berkomitmen menjaga kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa”, jelas Prof Amany, yang menjadi satu-satunya perempuan anggota majelis fatwa Uni Emirat Arab.

Kiai Anizar yang ikut mendampingi kuliah umum sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Keberagaman yang ada, kata Kiai Anizar, itulah kekuatan untuk bersatu dan maju, bukan sebaliknya. “Dunia menaruh perhatian besar kepada kita atas persatuan Indonesia dalam berbagai keberagaman. Kita mampu menjaganya dengan baik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, jelasnya .

Kiai Anizar mengutip data dari Prof Amany bahwa ada sekitar 400an suku bangsa di Indonesia, 1100an bahasa dan lebih dari 17 ribu pulau, semuanya dirangkai dalam satu kesatuan ukhuwah Islamiyah. Maka dengan ukhuwah islamiyah tersebut, Indonesia mampu membuktikan menjadi negara yang majemuk tetapi bersatu dan hidup damai.

Nampak hadir anggota DPR RI, Dr Marlinda MM yang didaulat oleh Pimpinan Tazakka untuk memberikan motivasi dan semangat kepada siswa Afganistan.
“Doktor Marlinda sedang melakukan kunjungan kerja di Batang, kebetulan kawan sekolah Profesor Amany di Lemhanas, jadi beliau berdua di Tazakka seperti reuni”, jelas panitia pelaksana, Ust Edi Buana. (sef)

Facebook Comments