Metro Pekalongan

Rekonstruksi Jembatan Grogolan Perlancar Jalur Pantura Kota Pekalongan

Jembatan Grogolan

TAMBAH KAPASITAS – Pekerjaan pelebaran Jembatan Grogolan terus dikebut dengan target tuntas pada November mendatang. Dengan pekerjaan tersebut, lebar Jembatan Grogolan bertambah dari 9 meter menjadi 14,65 meter.
M. AINUL ATHO

PEKALONGAN – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Bina Marga, Satket PJN 1 Jawa Tengah, melakukan rekonstruksi berupa pelebaran Jembatan Grogolan yang berada di Jalur Pantura Kota Pekalongan. Pelebaran dilakukan demi menambah kapasitas jembatan yang menjadi salah satu penghubung di Jalur Pantura Kota Pekalongan tersebut. Karena selama ini Jembatan Grogolan disebut menjadi salah satu titik simpul kemacetan di Jalur Pantura Pekalongan. Kondisi jalan jembatan yang menyempit menjadi ‘bottle neck’ membuat kendaraan yang akan melintas harus mengantre yang berakibat pada terjadinya kemacetan.

Kepala Tata Usaha PPK Jembatan, Satker PJN Wilayah 1 Provinsi Jawa Tengah, Ditjen Bina Marga, Kementrian PUPR, Lindung Simbolon menjelaskan, pelebaran Jembatan Grogolan dilakukan di bagian selatan jembatan dengan menambah lebar jembatan seluas 5 meter. Sehingga lebar jembatan akan bertambah dari lebar awal 9 meter akan menjadi 14,65 meter. Pelebaran tersebut juga otomatis akan menambah lajur kendaraan yang sebelumnya hanya bisa dilewati tiga lajur menjadi empat lajur.

“Pelebaran dilakukan di sisi selatan jembatan. Dilakukan penambahan lebar jembatan seluas 5 meter sehingga lebar jembatan menjadi 14,65 meter. Kalau dihitung secara lajur kendaraan maka jembatan dapat dilalui empat lajur kendaraan, sama seperti kondisi jalan baik sebelum maupun sesudah jembatan. Sehingga dengan pelebaran ini kami harapkan masalah bottle neck atau penyempitan yang sebelumnya terjadi bisa teratasi,” terangnya.

Selain menambah lebar jembatan, dikatakan Simbolon pihaknya juga akan melakukan pengaspalan ulang di lantai jembatan dengan menambah aspal setebal 5 sentimeter. Pengaspalan juga akan dilakukan pada jalan di timur maupun barat jembatan. Pengaspalan di sisi timur dimulai dari jembatan hingga ke persimpangan Grogolan sementara di bagian barat dilakukan pengaspalan sepanjang 150 meter. “Khusus sisi timur, konstruksi jalannya sudah beton tapi retak-retak sehingga nanti akan kami bongkar untuk dicor kembali dan dilapisi dengan aspal,” tambahnya.

Pihaknya juga akan melakukan ‘grouting’ terhadap beton penyangga jembatan. Meski beton penyangga masih kokoh, namun terdapat beberapa rongga sehingga perlu dilakukan ‘grouting’. Sebelum pengerjaan dilakukan, lanjut Simbolon, pihaknya terlebih dulu melakukan pembebasan lahan. Total terdapat 21 lahan yang harus dibebaskan dengan rincian 18 lahan milik warga dan 3 lainnya milik Pemkot Pekalongan. “Kalau dalam kontrak, pekerjaan senilai Rp6,6 miliar itu mulai dilakukan 29 Februari 2018 dan ditarget selesai pada 24 November mendatang,” katanya.

Usulkan 15 Proyek Perbaikan Jembatan

Pada tahun depan pihaknya sudah mengusulkan perbaikan 15 jembatan di wilayah Pantura Brebes-Batang. “Usulan kami 15 jembatan tapi realisasi tergantung tim perencana. Salah satu yang kami usulkan adalah jembatan yang ada di depan Kantor Pengadilan Negeri Batang. Disana baru satu sisi jembatan yakni bagian utara yang dibangun di atas dan kami usulkan sisi selatan juga ditinggikan sesuai dengan jembatan sisi utara. Tapi sekali lagi realisasi menunggu keputusan dari tim perencana,” kata Simbolon.

Mengenai kondisi jembatan di sepanjang Jalur Pantura Brebes-Batang, Simbolon menyatakan secara umum dalam kondisi baik dengan struktur bangunan yang masih kokoh. Terkait umur jembatan, dia mengungkapkan jembatan di Jalur Pantura yang paling tua dibangun pada tahun 1974. “Kondisi struktur jembatan masih kuat dan masih baik karena adanya pemeliharaan rutin,” tegasnya. (adv)

Facebook Comments