Radar Pendidikan

Kata Ibu Guru Ini, Mengajar Itu Harus Penuh Kesabaran dan Semangat

Sariyah

Sariyah, Ketua K3RA Dabin I Pekalongan Barat

KOTA PEKALONGAN – Seorang guru Raudhatul Athfal (RA) membutuhkan kesabaran dan semangat tinggi dalam mengajar. Hal itulah yang dirasakan Ketua Kelompok Kerja Kepala RA (K3RA) Daerah Binaan (Dabin) I Pekalongan Barat, Sariyah.

Menurutnya, mengajar anak usia dini harus dengan semangat dan ketulusan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

“Mengajar harus penuh dengan kesabaran dan semangat. Kalau tulus insyaallah akan membuahkan hasil yang lebih baik. Dengan kesabaran yang penuh, seorang guru bisa menjadi teladan dan dicontoh oleh anak didiknyam” ujar Sariyah.

Diceritakan, Sariyah mulai menjadi seorang guru RA sejak tahun 2000. Kala itu, ia yang hanya lulusan SMA diminta oleh pengurus yayasan untuk menjadi guru di RA Muslimat NU Masyithoh 20 Bumirejo. Merasa belum mempunyai modal yang cukup, Sariyah belajar strategi pembelajaran di RA Muslimat NU Masyithoh 09 Pringlangu selama beberapa waktu. Meski begitu, Sariyah tidak patah semangat dan tetap melanjutkan pendidikan.

“Sebelum menjadi guru, saya belajar dulu ke RAM NU 09 Pringlangu mulai pukul 07.30 WIB sampai selesai. Di sana saya belajar strategi pembelajaran dan lain-lain karena waktu itu saya baru lulusan SMA. Sekarang saya masih menempuh pendidikan S1, mudah-mudahan bisa segera wisuda,” lanjutnya.

Berkat keuletan dan kerja kerasnya, perempuan asli Tirto ini diberikan amanah untuk menjadi Kepala RAM NU 20 Masyithoh Bumirejo sejak tahun 2013. Ia berharap, pendidikan anak usia dini dapat semakin berkualitas dan dapat melahirkan generasi penerus yang sukses di masa depan.

“Pendidikan anak usia dini sekarang lebih maju, sehingga kami sebagai guru harus senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Kami harap anak didik kami dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan bisa menjadi anak yang sholih dan sholihah,” pungkas Sariyah. (run)

Penulis: Fakhrun Nisa

Facebook Comments