Radar Kendal

Langgar Perda, Puluhan Lapak PKL Dibongkar Paksa

Lapak Bongkar Paksa

DIBONGKAR – Dengan menggunakan alat berat, Satpol PP dan tim gabungan membongkar paksa sejumlah lapak PKL yang melanggar perda, Kamis lalu.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di bantaran Sungai Pencar dan Pasar Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, dibongkar paksa oleh Satpol PP Kendal bersama dinas terkait, Kamis (4/10). Pembongkaran dilakukan lantaran para pemilik lapak tidak mengindahkan surat peringatan larangan mendirikan lapak di zona larangan PKL.

Selain itu, keberadaan lapak juga melanggar Perda larangan PKL. Aksi pembongkaran berjalan mulus, pemilik lapak hanya bisa pasrah melihat tempat jualan mereka dibongkar dengan alat berat.

Kabid Satpol PP Kendal, Dian Dindriasari mengatakan, sebelum melakukan aksi pembongkaran itu pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk melakukan pembongkaran sendiri. Tak hanya itu, surat peringatan untuk melakukan pembongkaran juga sudah dberikan hingga tiga kali. Bahkan, batas toleransi waktu selama sepekan untuk mengosongkan lokasi juga sudah diberikan. “Tak hanya melanggar Perda, keberadaan PKL kitu juga banyak dikeluhan warga karena mengganggu aktifitasnya,” kata dia.

Menurut Dian, pembongkaran juga melibatkan petugas gabungan dari unsur Kecamatan, Polsek Sukorejo dan Dinas Perdagangan , Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Sasarannya tidak hanya lapak PKL di bantaran sungai, akan tetapi juga yang ada kawasan Pasar Sukorejo.

“Keberadaan lapak di atas sungai menyebabkan aliran sungai tidak lancar. Akibatnya warga sering kebanjiran saat debit air sungai pasang. Kalau PKL yang ada kawasan Pasar sukorejo bikin semrawut dan sering mengalami kemacetan panjang,” terangnya.

Sekretaris Paguyuban PKL Pasar Sukorejo, Mas’ud mengatakan, saat petugas gabungan melakukan pembongkaran lapak PKL yang ada di bantaran sungai dan kawasan Pasar Sukorejo, tidak ada perlawanan dari para pemiliknya. Mereka menyadari telah berjualan di area yang salah. Ia justru berharap dengan telah dilakukannya penertiban, arus lalu lintas di sepanjang jalan itu bisa lancar. “Rencananya akan diberlakukan alur dua arah di jalur tersebut, semoga bisa segera tewujud. Katanya juga akan membangun taman untuk keindahan kota, sebagai tempat warga bisa berekreasi,” katanya. (nur)

Facebook Comments