Metro Pekalongan

Mayoritas Laporan ke KPK Tanpa Bukti

DOK
SOSIALISASIKAN ANTI KORUPSI – Ketua KPK, Agus Rahardjo saat hadir dalam kegiatan Roadshow Bus KPK di Kota Pekalongan. Melalui kegiatan tersebut KPK ingin memberikan sosialisasi dan menanamkan semangat anti korupsi bagi masyarakat.

KOTA PEKALONGAN – Ketua KPK Agus Rahardjo hadir di Kota Pekalongan sebagai bagian dari kegiatan Roadshow Bus KPK. Bersama Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, FKPD dan sejumlah pejabat Pemkot Pekalongan, Agus mengikuti senam pagi di Lapangan Mataram yang dilanjutkan dengan upacara pembukaan Roadshow Bus KPK.

Ditemui usai pembukaan, Agus mengatakan bahwa masyarakat dapat turut terlibat dalam memberikan laporan dugaan kasus korupsi yang terjadi di sekitarnya. Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk melapor, mulai dari mengirimkan laporan lewat surat, maupun lewat email. Namun Agus mengingatkan, laporan yang disampaikan harus disertai indikasi dan bukti yang kuat agar bisa di follow up.

“Karena dari 7.000 laporan yang diterima KPK, sebagian besar sulit di follow up karena tadi hanya melapor tanpa indikasi maupun bukti yang kuat. Masyarakat bisa melapor lewat berbagai cara. Kalau dia takut, bisa menyembunyikan identitasnya. Yang tidak boleh adalah memfitnah orang, yang tidak boleh adalah melapor tanpa indikasi atau bukti awal yang kuat,” tuturnya.

Bahkan, dikatakan Agus, KPK sudah menyiapkan imbalan bagi pelapor. Jika laporannya diproses, berkekuatan hukum tetap dan kerugian negara bisa dikembalikan maka pelapor mendapatkan hadiah sebesar 2,5 per 1000 dari nilai kerugian negara yang dikembalikan. “Sebagai upaya mendorong masyarakat agar mau melapor, seperti yang tadi saya sampaikan bahwa dalam salah satu peraturan pemerintah bahwa pelapor bisa mendapatkan hadiah uang tunai,” jelasnya.

Dia mengaku juga masih berjuang agar besaran imbalan bagi pelapor bisa ditingkatkan, setidaknya bisa mencapai 1 persen dari kerugian negara yang dikembalikan. “Kalau 1 persen paling tidak akan lebih baik dan cukup signifikan untuk mendorong masyarakat melapor. Kami sudah memberi hadiah itu, paling tidak untuk KPK sudah memberikan kepada dua orang. Kami rahasiakan, kami lindungi identitasnya dan masyarakat tidak akan pernah tahu,” kata Agus.

Hadirnya Roadshow Bus KPK merupakan bagian dari program pencegahan KPK. Dikatakan Agus masyarakat saat ini lebih banyak melihat kegiatan penindakan yang dilakukan oleh KPK. Padahal KPK juga melaksanakan program pencegahan yang jumlah anggarannya justru lebih besar. Diantaranya lewat sosialisasi program-program anti korupsi seperti leweat Roadshow Bus KPK. “Yang terlihat selama ini KPK adalah penindakan yang dilakukan oleh KPK, padahal KPK juga melakukan pencegahan,” katanya.

Dia juga berharap agar pejabat dari eksekutif maupun legislatif bisa memperkuat sistem yang mengedepankan integritas, semangat anti korupsi, kejujuran dan kerja keras. “Mudah-mudahan kalau amanah itu tetap dijaga, saya berharap bahwa kedepan bisa memberikan kontribusi nyata untuk mencapai kesejahteraan nasional,” pesannya.

Sebelumnya, dalam sambutan Agus juga membeberkan beberapa modus korupsi yang sering terjadi di daerah dan sangat mudah dibaca. Sehingga Agus berpesan agar pejabat harus berhati-hati dalam menggunakan anggaran negara sehingga tidak berurusan dengan hukum. Namun dia menegaskan bahwa KPK tidak akan bertindak sebelum mendapatkan barang bukti yang kuat.

Walikota Pekalongan, Moch Saelany Mahfudz menyambut baik kedatangan KPK. Dia berharap, agar masyarakat Kota Pekalongan mendapatkan edukasi anti korupsi. “Pendidikan anti korupsi kepada masyarakat khususnya pelajar ini harapannya dapat ditanamkan sejak dini. Anti korupsi ini harus benar-benar kita gelorakan di Kota Pekalongan,” kata Saelany.

Usai upacara Ketua KPK dan Walikota Pekalongan beserta rombongan mengunjungi bus KPK untuk memberikan edukasi serta mengunjungi sejumlah stand OPD maupun instansi yang dibuka di sekitar lokasi kegiatan.

Serangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK yang akan diselenggarakan yakni pembelajaran anti korupsi melalui media e-Learning edukasi anti korupsi untuk pelajar dan masyarakat Umum yakni melalui mendongeng, playday boardgames, musik Akustik, simulasi penyidik cilik, sosialisasi anti korupsi, pentas budaya, diskusi pemutaran film, dan games interaktif. Juga akan ada sosialisasi anti korupsi di sekolah serta kuliah umum di Universitas Pekalongan.(nul)

Facebook Comments