Radar Pendidikan

Sembilan Sekolah Muhammadiyah Serentak Galang Dana

FAKHRUN NISA
MENGGALANG DANA – Siswa SD Muhammadiyah Pekajangan tengah menggalang dana untuk korban gempa dan tsunami, Jumat (5/10).

Berbagai daerah melakukan penggalangan dana untuk korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Begitupun di Kabupaten Pekalongan. Termasuk sekolah Muhammadiyah. Seperti apa?

Fakhrun Nisa, Pekajangan

Sebanyak sembilan sekolah yang berada di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pekajangan menggelar penggalangan dana untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Penggalangan dana dilaksanakan di beberapa titik keramaian, diantaranya Pasar Pekajangan, lampu lalu lintas Podo, Pangkah, Tangkil Kulon dan di sekitar Jalan Raya Pekajangan.

Sekretaris Majelis Dikdasmen Pekajangan, Supardi Kawi menuturkan, sembilan sekolah yang tergabung dalam aksi sosial ini adalah IMBS Miftahul Ulum, SMP Muhammadiyah Pekajangan, SMA Muhammadiyah 01, SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, SD Muhammadiyah Pangkah, serta SD Muhammadiyah 01, 02, 03, dan 04 Pekajangan.

“Kegiatan ini kami gelar dalam rangka peduli terhadap sesama manusia. Semuanya bergerak dan kami bagi di beberapa titik. Dengan ini kami ikut berbela sungkawa terhadap saudara-saudara yang tertimpa bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan sekitarnya,” ujarnya kepada Radar, Jumat (5/10).

Menurut Supardi, kegiatan penggalangan dana juga menjadi ajang pendidikan karakter bagi siswa. Ia berharap, 10 hingga 15 tahun ke depan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah dapat menjadi pribadi yang peka dan peduli sosial. Melalui kegiatan penggalangan dana ini Supardi juga ingin mengajarkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar dengan semangat gotong-royong sehingga ia ingin anak-anak bangga dengan Bangsa Indonesia.

“Ini termasuk pendidikan karakter, sebagai bentuk kepedulian kepada umat. Insyaallah 10-15 tahun ke depan mereka sudah tidak kaget ketika menolong orang lain yang sedang tertimpa musibah karena sudah kita didik sejak dini,” imbuhnya.

Kegiatan penggalangan dana dilaksanakan sejak pukul 09.00 – 11.00 WIB. Setelah terkumpul, dana akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu).

“Sesuai arahan pimpinan pusat, ini adalah kegiatan tahap pertama. Ke depan kami akan melihat perkembangan untuk tahapan selanjutnya,” tandas Supardi. (*)

Facebook Comments