Radar Batang

27 Warga Batang Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng Belum Diketahui Nasibnya

Ilustrasi
Beginilah kondisi salah satu wilayah di Sulteng setelah gempa melanda. (Fajar online)

BATANG – Nasib puluhan warga Desa Sukomangli, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) lalu, hingga kini belum diketahui. Sebelumnya mereka diketahui berada di Palu dan Donggala untuk bekerja sebagai buruh bangunan.

“Bencana tsunami dan gempa di Sulawesi Tengah Menjadi duka bagi warga negara Indonesia, dan duka pula bagi warga Batang yang ikut menjadi korban di Palu dan Donggala. Mengingat hingga saat ini nasib puluhan warga yang bekerja di sana belum diketahui, termasuk keberadaan,” ungkap Bupati Batang, Wihaji Hal ditengah – tengah Upacara HUT TNI ke 73 di Lapangan Bola Ponpes Tazakka Bandar Jumat (5/10).

Wihaji mengungkapkan, pihaknya sudah memerintahkan Kepala BPBD dan DPMPTSP dan Naker untuk secepatnya mencari informasi terkait keberadaan dan juga nasib warga Batang yang ada di Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal itu guna mendapat kepastian, apakah kondisi mereka baik-baik saja, atau ada yang menjadi korban.

“Informasi tersebut sangatlah penting, jika memang ada yang selamat, maka kita dari Pemkab Batang bersiap untuk membantu pemulangannya. Dan jikapun ada yang menjadi korban, maka pihak keluarga bisa segera mengetahuinya, sehingga ada kepastian terkait kondisi mereka di sana,” jelas Wihaji.

Sementara menurut keterangan Kepala Desa Sukomangli, Wahyudi, berdasarkan data yang ada dipihaknya sebanyak 27 warga bekerja di Sulawesi Tengah. Mereka diduga kuat ikut menjadi korban gempa dan tsunami di Sulteng, sehingga pihaknya berharap Pemkab Batang bisa membantu mencarikaan informasi terkait nasib maupun keberadaanya.

“27 warga kami kami diketahui bekerja sebagai buruh bangunan di Sulawsi Tengah. Mereka tersebar di Palu, Donggala, dan Sigi, namun hingga saat ini yang bisa di kontak yang berada di Sigi saja,” beber Wahyudi. (don)

Facebook Comments