Radar Batang

Ingat, Upah Honorer Harus Sesuai UMK

Ingat, Upah Honorer Harus Sesuai UMK

HADIRI KHAUL – Gubernur Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan dalam acara khaul di Gringsing, belum lama ini.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Adanya keterbatasan maksimal usia pada persyaratan penerimaan CPNS 2018, membuat nasib ribuan tenaga honorer di Jawa Tengah hanya bisa gigit jari. Namun demikian, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah meminta seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk menetapkan gaji minimal tenaga honorer sesuai dengan upah minimum kabupaten dan kota (UMK).

“Mau dikata apa, sudah nasib kalian yang usianya di atas 35 tahun tidak bisa diangkat PNS. Itu sudah menjadi aturan pemerintah pusat, dan tidak bisa kita ubah. Namun kita tidak tinggal diam, saya sudah perintahkan kepada seluruh kepala daerah untuk bisa menaikkan gaji minimal sesuai UMK masing-masing daerah,” ungkap Ganjar dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Batang, belum lama ini.

Ia mengatakan, setidaknya dengan adanya gaji minimal setara UMK tersebut, para tenaga honorer di wilayah Jawa Tengah tidak lagi merasa sengsara dan putus asa. Karena menurutnya, hal itu sudah menjadi solusi yang tepat.

“Dihitung dulu, kira-kira pemerintah daerah butuh duit berapa, kalau tidak cukup bisa dilakukan secara bertahap agar kualitas sumber daya manusia tetap terjaga,” tegasanya.

Terkait permintaan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut, Bupati Batang Wihaji menanggapinya dengan santai. Sebab, menurutnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang sudah terlebih dulu memberlakukan penyetaraan gaji tersebut. Sejak 2017 lalu, para honorer di Kabupaten Batang sudah mendapatkan tunjangan operasional yang disesuaikan dengan besaran UMK, meskipun alokasinya tetap mempertimbangkan masa pengabdian dan latar belakang pendidikan tenaga honorer.

“Sudah dari awal kita naikkan gaji para tenaga honorer di lingkungan Pemkab Batang. Gaji mereka kita setarakan dengan UMK Kabupaten Batang. Namun jika masih ada yang belum tersentuh, maka akan kita lakukan secara bertahap. Kita lihat dulu kemampuan keuangan daerah,” tandasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments