Radar Kendal

Akhirnya Kades Purwogondo Diberhentikan Sementara

Akhirnya Kades Purwogondo Diberhentikan Sementara

TEGAS – Bupati Mirna Annisa menyatakan memberhentikan sementara Kades Purwogondo untuk kepentingan proses penyelidikan oleh Inspektorat, kemarin, usai audiensi.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Selang dua hari paska aksi warga Purwogondo yang menyoal sejumlah proyek yang didanai DD dan ADD, Bupati Kendal, Mirna Annisa, menggelar audiensi di balai desa setempat, Kamis (4/10). Usai mendengar penjelasan dari para pihak terkait, Bupati menyatakan memberhentikan sementara Kades Purwogondo, Mulyanto.

Selain warga, audiensi juga dihadiri Inspektorat, Camat Boja, dan Kades Mulyanto sendiri. Kades sengaja dihadirkan untuk memberikan hak klarifikasi di hadapan warga dan Bupati.

Dalam kesempatan itu, warga membeberkan dugaan penyelewengan yang dilakukan kades. Salah seorang warga, Mahmudi menilai banyak proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Salah satunya proyek jalan di RT 03 Dusun Mangir. Meski terdapat papan proyek, namun di lapangan tidak ada aktivitas pekerjaannya.

Padahal, lanjut Mahmudi, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil swadaya warga desa sendiri, tetapi tiba-tiba diklaim oleh kades seolah-olah pekerjaan yang dibiayai dana desa.

” Tak hanya itu, banyak lagi proyek fiktif yang dianggarkan dari dana desa, padahal tidak ada pembangunan,” katanya.

Dikatakan MAhmudi, dugaan penyalahgunaan lainnya soal Bendung Saron yang dibangun menggunakan APBD Kendal 2017 diklaim menggunakan dana desa. Pihak desa hanya mengganti prasasti dan diberi nama irigasi Sekeluwih. “Anggaran pembangunan itu mencapai Rp 61 juta,” imbuhnya.

Kapolsek Boja, AKP Windoyo mengatakan, polisi menemukan prasasti yang sudah ada dibuang dan diganti dengan prasasti proyek dana desa. Kasus dugaan penyelewengan dana desa itu saat ini ditangani unit tindak pidana korupsi Polres Kendal. “Kasusnya sedang ditangani Polres Kendal,” katanya.

Kades Purwogondo, Mulyanto mengaku sudah melaksanakan pembangunan dari dana desa sesuai dengan ketentuan. Sebelumnya musrenbangdes yang dihadiri perwakilan setiap kampung dan RT sudah dilakukannya. “Jika ada yang keberatan, itu hanya dari satu dusun saja. Saya siap diperiksa inspektorat terkait tudingan warga itu,” tandas dia.

Usai audiensi, Bupati memerintahkan Inspektorat untuk melakukan penyelidikan atas dugaan penyelewengan yang dilakukan Kades Purwogondo. Dia heran, proyek Bendung Saron yang jelas-jelas dibiayai APBD tetapi bisa diaku sebagai proyek dana desa oleh kades.

“Saya sudah meminta inspektorat melakukan penyelidikan. Selanjutnya, sementara penyelidikan berlangsung, kepala desa saya berhentikan sementara,” tegas Bupati. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments