Metro Pekalongan

Sarung Batik Semakin Membudaya

Sarung Batik Semakin Membudaya

SARUNG BATIK – Sarung Batik Kalongguh Kota Pekalongan.
LAILATUL MAFIYAH

KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan telah mengukuhkan budaya mengenakan sarung batik di Kota Pekalongan pada pertengahan tahun 2018 lalu. Batik Kalongguh Pekalongan, sebagai pelopor sarung batik tak ingin melihat budaya memakai sarung batik di Kota Pekalongan punah, ratusan motif batik dihadirkan untuk menarik masyarakat agar membudayakan bersarung batik.

“Produksi sarung batik zaman dulu menjadi sumber perekonomian masyarakat, dan itu harus dipertahankan. Sarung batik menjadi pakaian praktis yang mudah dikenakan, motif yang elegan dengan warna soft, hitam, dan cokelat yang saya tonjolkan,” terang Owner Batik Kalongguh Pekalongan, Eko Kalongguh, Kamis (4/10).

Bagi Eko, sarung batik semakin lekat di hati masyarakat karena historisnya yang harus dijaga. Menjadikan sarung sebagai pakaian sehari-hari sudah banyak orang lakukan. Kampung Sumbawan tempat produksi Batik Kalongguh menjadi kampung budaya yang kaya akan tradisi, kuliner, dan adat istiadatnya.

Eko telah mengenalkan sarung batik dari pameran ke pameran hingga pemasarannya saat ini sudah ke luar Jawa, bahkan luar negeri.

“Sarung batik berkualitas dengan kain katun ini semakin digemari khalayak, saya patok harga mulai Rp75.000 sampai dengan Rp500.000. Sarung batik produk Batik Kalongguh adalah batik cap berkualitas yang nyaman dikenakan untuk berbagai event,” katanya.

Peringatan Hari Batik Nasional ini membuat Eko semangat untuk senantiasa melestarikan batik Pekalongan dan membudayakan sarung batik di Kota Pekalongan. (lai)

Penulis: Lailatul Mafiyah | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments