Radar Jateng

Mulai Pulih, Ibu Pembuang bayi dari Lantai 3 NAN Segera Diperiksa

Mulai Pulih, Ibu Pembuang bayi dari Lantai 3 NAN Segera Diperiksa

ADZAN. Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto Yoga Darmawan saat mengumandangkan adzan di telinga bayi, di RS Harapan, kemarin.
foto : wiwid arif/magelang ekspres

MAGELANG – Kondisi NAN (21) tersangka dugaan kasus pembuangan bayi di salah satu department store Kota Magelang, masih terbaring di Rumah Sakit Bersalin Budi Rahayu, Magelang Utara, Kamis (4/10). Polisi pun menunggu perempuan asal Bandongan, Kabupaten Magelang itu kesehatannya memulih baru dilakukan pemeriksaan.

“Saat ini masih dirawat. Tapi begitu pulih atau kondisinya agak lumayan akan kita bawa ke Markas Polres Magelang Kota untuk diperiksa,” kata Kapolres Magelang Kota, AKBP Kristanto Yoga Darmawan.

Aparat kepolisian, kata Kristanto, terus melakukan pengawasan kondisi NAN di rumah sakit. Menurut petugas medis, kondisi NAN menunjukkan perkembangan positif.

Kendati demikian, Kristanto mengaku belum mengetahui apa motif pelaku membuang bayinya dari lantai 3 department store dengan ketinggian sekitar 10 meter. NAN sendiri, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan terhadap anak.

“Mendasar pada olah tempat kejadian perkara (TKP) bahwa alat bukti sudah ditemukan dan keterangan saksi yang mengarah satu nama, yaitu NAN, yang tak lain ada ibu kandung dari si bayi,” ujarnya.

Terlebih tersangka pun tak mengelak memberi kesaksian, sebelum akhirnya dirawat ke rumah sakit. Ia menjelaskan, tersangka baru pemulihan setelah sebelumnya dilakukan operasi kiret.

“Operasi kiret dilakukan karena masih ada placenta yang tertinggal di rahim tersangka,” imbuh Kristanto.

Demi keselamatan tersangka, polisi pun akhirnya membawa NAN ke RS Budi Rahayu. Apalagi, saat diperiksa di awal lalu, tersangka terlihat sangat lemah dan pucat.

Kristanto juga menyempatkan untuk kembali mengunjungi bayi malang itu di RS Harapan. Kapolres bahkan sempat mengumandangkan adzan kepada sang bayi.

“Sesuai nawaitu saya, tadi sudah saya sudah mengadzankan bayi, semoga Allah memberikan kekuatan kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi bayi sampai saat ini sangat normal dan sehat, kendati berat badannya hanya 1,8 kilogram. Tidak ada masalah fungsi motorik bayi, sehingga rencana rontgen pun dibatalkan.

“Karena kondisi si bayi yang sehat dan fungsi motoriknya juga dalam keadaan normal, maka tidak jadi untuk dilakukan rontgen,” pungkasnya. (wid)

Facebook Comments