Metro Pekalongan

Soal Peredaran Torpedo, Dinkes Tunggu Keputusan BPOM

KOTA PEKALONGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan memilih menunggu keputusan BPOM pusat terkait isu nasional adanya kandungan zat berbahaya dalam minuman kemasan bermerk Torpedo. Hal ini diakui oleh Kepala Dinkes kota Pekalongan Slamet Budiyanto saat kunjungan Radar Pekalongan di ruang kerjanya, Kamis (4/10).

“Karena ini merupakan isu nasional, maka Kota Pekalongan memang belum melakukan tindakan apapun, kita masih menunggu rilis resmi dari BPOM pusat yang sedang melakukan penelitian terkait ini,” ungkap Budi sapaan akrabnya.

Selain itu, adanya kesimpang siuran informasi yang masih belum menemukan titik temu. Karena dari badan BPOM setempat (Pekanbaru) tidak menemukan adanya zat yang berbahaya dalam minuman tersebut, namun BNN setempat menemukan zat berbahaya dalam meniuman tersebut.

“Nah dari situ kami baru bisa menunggu. Nati setelah ada rilis resminya dari BPOM pusat. Kami akan bergerak cepat tapi untuk sekarang kami masih menunggu perkembangan,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, Dinkes Kota Pekalongan belum melakukan tindakan yang signifikan, selain karena keputusan BPOM pusat, hal ini menurutnya juga menyangkut hajat hidup banyak orang. Jangan sampai berbuat gegabah tanpa data yang akurat.

“Sekali lagi karena isu nasional, maka yang berhak memutuskan adalah BPOM pusat bukan tiap daerah, takutnya nanti kalau ternyata hasil penilitian mengatakan lain sedangkan kita sudah berbuat jauh tentu sajaa akan banyak merugikan orang lain. Terutama produsen, dan juga minuman tersebut mempunyai ijin BPOM dan sampai hari ini ijinnya belum dicabut,”ujar Slamet.

Saat ini, ia menghimbau kepada masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas, dengan teliti sebelum membeli dan membaca terlebih dahulu apa saja komposisi dari setiap makanan yang hendak dimakan.

“Yang saat ini bisa kita lakukan adlaah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas, harus jeli, lihat labelnya dan harus difahami betul sampai lihatlah ada atau tidaknya ijin dari BPOM,”terang Budi.

Sementara itu, Dindagkop Kota Pekalongan melalui Kasie Saran dan Distribusi Perdangan Setya Budi menyampaikan, pihaknya justru belum mengetahui tentang isu minuman Torpedo yang membahayakan bagi konsumen. Sehingga saat ini belum ada keputusan terkait hal tersebut.

“Kita belum ada respon apapun saat ini, namun jika rilis resmi dari BPOM pusat keluar dan menyatakan minuman tersebut mengandung zat berbahaya. Maka kita siap bergerak cepat untuk menghentikan pendistribusianya,” ucap Setya. (mal)

Facebook Comments