Radar Kajen

Pileg 2019, Ada Enam Kepala Desa Nyaleg

KAJEN – Kancah pencalonan legislatif ternyata juga diramaikan oleh kepala desa (kades). Tercatat, ada enam kepala desa yang terdaftar sebagai calon legislatif (caleg). Sesuai dengan persyaratan, bagi kades yang berniat menjadi caleg, maka wajib mengundurkan diri atau diberhentikan. Saat ini, dari enam kades, baru satu surat pemberhentian sebagai Kades yang turun, yaitu Desa Tengengwetan.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD), Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (PPKB), Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P3A) M Afib. Kata dia, alur penyampaian pengunduran diri dan penunjukan pejabat yaitu kepala desa mengajukan surat pengunduran diri atau pemberhentian kepada BPD.

Kemudian BPD melangsungkan musyawarah untuk membahas surat permohonan pemberhentian kepala desa tersebut. Selanjutnya BPD mengajukan kepada bupati melalui camat untuk diproses sekaligus mengusulkan penjabat dari kalangan ASN untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa di desa tersebut.

“Jadi surat dari kami sudah turun. Soal SK ada tugas dari OPD lain yaitu Bagian Hukum dan Bagian Pemerintahan. Sekarang surat tersebut masih diproses di antara Bagian Hukum dan Bagian Pemerintahan,” katanya.

Adapun keenam kepala desa yang mundur lantaran maju sebagai calon legislatif Pemilu 2019 yakni Desa Tengengwetan, Semut, dan Sijambe. Selanjutnya Desa Warukidul, Pagununganemas dan Watusalam.

Sebelumnya, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pekalongan, Kennedy mempertanyakan soal kelengkapan persyaratan bagi kepala desa yang sudah ditetapkan sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019.

Pasalnya, kata dia, berdasarkan informasi yang diperolehnya bahwa surat penetapan pemberhentian dari bupati mengenai kepala desa yang menjadi calon legislatif belum keluar. Padahal daftar calon tetap telah ditetapkan dan diumumkan oleh KPU Kabupaten Pekalongan. (yon)

Facebook Comments