Radar Kajen

Awas, Jajanan Berbahaya Masih Dijual

Jajanan Berbahaya Dijual

SAMPEL – Tim Gabungan Pemkab dan Polres Pekalongan saat melakukan sidak jajanan anak di sekolah sekolah.
TRIYONO

KAJEN – Ini peringatan bagi orangtua agar selalu mendampingi anaknya agar tidak teracuni makanan. Pasalnya, Tim gabungan Pemkab dan Polres Pekalongan berhasil menyita sejumlah makanan berbahaya di kantin sekolah sekolah. Makanan tersebut diduga mengandung zat pewarna textil atau borak.

Untuk diketahui, kedua zat yang dicampurkan ke dalam makanan dan miniman tersebut sangat berbahaya bila dikonsumsi. Siswa bisa keracunan. Ironisnya, makanan dan miniman bahaya tersebut masih beredar di sejumlah kantin sekolah.

Atas dasar itulah, tim gabungan ekstra melakukan pengawasan. Mereka melakukan sidak ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Kecamatan Karanganyar, Wonopringgo, Bojong dan Kajen. Bahkan dalam sidak itu, tim menemukan minuman ‘Torpedo’dijual ke siswa SD. Padahal, minuman tersebut khusus untuk orang dewasa. Atas ketidaktepatan peruntukan tersebut, tim pun melarang pedagang kantin sekolah menjual minuman kemasan ‘Torpedo’ kepada siswa siswi.

Temuan itu dibenarkan petugas perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Purnomo, usai sidak. Kata dia, dari hasil sidak ada sejumlah makanan yang diambil sampel yang dijual di kantin kantin sekolah. Karena selain makanan tidak tertera PIRT dan masa expayed, juga dilihat dari warna diindikasikan mengandung borak.

“Makanan tersebut diantaranya makaroni dan seperti otak otak dengan warna yang menyolok. Kalau memang dari hasil laboratorium mengandung borak maka pedagang yang ada di kantin sekolah kita karang untuk menjual makanan tersebut,” terangnya.

Selain makanan, lanjut di Pasar ditemukan ada minuman kemasan ‘Torpedo’. Untuk itu pedagang sementara diminta untuk tidak menjualnya. “Minuman kemasan tersebut tidak apa apa, akantetapi kami minta pedagang untuk tidak menjualnya,” lanjut dia.

Atas temuan tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki anak sekolah terutama SD dan SMP untuk meberikan pengetahuan. Yakni agar selalu menghindari makanan yang bersifat aneh, yang baru dan kemasan makanan yang tak tertera BPOM RI.

Karena apabila mengonsumsi makanan mengandung zat bahaya seperti borak, untuk jangka pendek bisa menimbulkan mual mual, pusing. Sedangkan jangka panjang bisa menyebabkan kanker.

Hal senada diungkapkan Kasi Perlindungan Konsumen pada Dinperidagkop UMKM Kabupaten Pekalongan, Dewi Fabanyo. Selain sidak, Tim juga memberikan pembinaan kepada pedagang di kantin sekolah. Kepada pihak sekolah, Tim meminta agar pedagang yang berjualan diluar didata dengan mengumpulkan KTP atau membuat MoU. Dengan begitu ketika ada permasalahan timbul, terkait makanan yang dijual bisa secara cepat diketahui dan dilacak.

“Jadi kalau ada data penjual makanan yang ada diluar sekolah, maka akan lebih mudah ketika ada makanan tak sehat bisa diberikan pembinaan. Sehingga makanan yang dijual benar benar sehat,” pintanya. (yon)

Facebook Comments