Radar Batang

Akhir Pekan Ini, Relawan se Jateng Diberangkatkan ke Palu

Akhir Pekan Ini, Relawan se Jateng Diberangkatkan ke Palu

NIKMATI KOPI – Gubernur Ganjar Pranowo menyempatkan diri mengunjungi stan kopi khas Batang dan menikmatinya saat Batang Expo, Selasa lalu.
M DHIA THUFAIL

BATANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam waktu dekat akan mengirimkan puluhan relawan dan bantuan untuk penanganan bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Jalur laut akan menjadi pilihan satu-satunya untuk akses pengiriman, mengingat masih terbatasnya akses transportasi melalui jalur udara.

“Saat ini kita sedang menyiapkan tim relawan Jawa Tengah yang akan membantu ke Palu dan Donggala. Dari data terakhir, ada sekitar 60 an relawan yang akan diberangkatkan terlebih dulu. Insya Allah mereka akan berangkat pada akhir Minggu ini, dan mudah mudahan dengan menggunakan jalur laut mereka sudah bisa sampai disana pada tanggal 10 Oktober 2018 mendatang,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Batang, Selasa (2/10).

Ia mengatakan, selain menyiapkan puluhan relawan, pemerintah juga menyiapkan tenaga medis, logistik, obat-obatan, berbagai peralatan seperti tenda dan armada truk tangki dan peralatan evakuasi serta medis telah disusun untuk segera diberangkatkan. Tak ketinggalan, donasi yang telah terkumpul dari para pegawai, warga Jateng, dan lainnya juga sudah siap diberangkatkan.

“Para relawan yang akan kita berangkatkan merupakan perwakilan dari BPBD kabupaten/kota di Jateng dan berbagai unsur seperti PMI, Dinas Sosial dan Paramedis. Para relawan yang dikirim, selain melakukan pertolongan pada korban juga akan melakukan pendampingan serta membuat dapur umum hingga menyalurkan logistik, obat-obatan serta pakaian untuk korban yang cukup besar jumlahnya,” katanya.

Menurut Ganjar, bercermin dari sejumlah kejadian bencana yang baru baru ini menimpa berbagai daerah di Indonesia dan menimbulkan banyak korban jiwa, maka Pemprov Jateng akan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dan meminimalisirnya.

“Tentu yang utama ialah anggaran, kemudian penyadaran, mitigasi, pelatihan, pengurangan resiko bencana, dan lain sebagainya. Semua langkah ini mesti kita lakukan sejak dini. Sehingga nanti pada saat kejadian, kita mesti siap siaga, semua mesti peduli. Semua harus tahu, pada kejadian mereka larinya ke mana, bagaimana menyelematkan diri, pertolongan pertama dan seterusnya. Sampai kemudian, untuk masalah rehab rekon itu merupakan urusan pemerintah yang akan turun,” beber Ganjar.

Ditambahkannya, terkait sistem deteksi dini di wilayah Jateng, ia mengaskan masih berjalan dengan bagus. Pemprov Jateng selalu menerima laporan dari Badan ESDM dan dinas terkait.

“Saya terimakasih banyak kepada masyarakat yang menyampaikan termasuk media secara visual, bahwa memang daerah kita itu rawan bencana. Kemarin himpunan ahli Geofisika menyampaikan kepada saya, agar Jateng bisa untuk membuat satu deteksi dini termasuk mitigasi, sehingga daerah daerah rawan bisa kita sampaikan. Nah, tugas kita tolong yuk dibantu agar masyarakat tahu bahwa dia berada di daerah rawan,” pungkasnya. (fel)

Penulis: M Dhia Thufail

Facebook Comments