Metro Pekalongan

Budidayakan Pakan Alternatif yang Mudah Didapat di Pekalongan

Budidayakan Pakan Alternatif yang Mudah Didapat di Pekalongan

EVALUASI – Tim Unikal beserta pembudidaya ikan sedang melakukan evaluasi dari Lemna Minor yang mereka budidayakan.
MALEKHA

KOTA PEKALONGAN – Menerima hibah kompetisi dari Dikti, Universitas Pekalongan (Unikal) membangun budidaya pakan alternatif, sebagai ganti pakan buatan yang harganya kian lama kian mahal.

Demikian disampaikan Warek 3 Unikal Dr Ir Benny Diah Madu Sari MPi kepada Rdara Pekalongan di ruang kerjanya, Rabu (3/10). “Ini merupakan program sosialisasi penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) bagi masyarakat, hibah dikti itu sebagai satu sarana untuk mencarikan solusi bagi permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ungkap Benny, sapaan akrabnya.

Program tersebut ditujukan kepada kelompok budidaya ikan lele mandiri di Pantai Sari serta KUB Lestari Pekalongan. Mereka dibina untuk memcahkan permasalahan pakan buatan untuk ikan, yang semakin lama semakin tidak terjangkau dan berpotensi merugikan peternak.

“Dari situ, kita mencoba mencari pakan alternatif ya, yang mudah didapat di Kota Pekalongan dan ekonomis. Dari situ kemudian kita ketemu dengan magot dan lemna minor,” imbuhnya.

Magot sendiri, menurutnya adalah pakan ikan yang mudah untuk dibudidayakan karena hanya membutuhkan media sampah makan, seperti buah-buahan busuk serta sampah catering. Bahkan magot mengandung 40% protein yang bermanfaat bagi ikan.

“Magot itu belatung bahasa yang sering kita dengar, nah itu kan murah meriah ya. Pembudidayaannya mudah, medianya sampah yang sering kita temukan. Namun binatang ini tinggi protein yang sangat bagi ikan,” imbuhnya.

Selain Magot, Lemna Minor juga menjadi salah satu pakan alternatif yang mudah didapat dan menjadi solusi yang tepat terutama di daerah utara, karena Lemna Minor ini adalah tumbuhan yang biasa berada di daerah tergenang air rob.

Pertemuan berikutnya, ia menambahkan akan membuat tepung yang nanti juga bisa diguankan oleh peternak ikan dan itik sebagai pakan, dengan ke dua bahan yang sudah dibudidayakan. Dan program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian Unikal bagi masyarakat. (mal)

Penulis: Malekha

Facebook Comments