Radar Jateng

Awas, Penipu dengan Modus Anak Dirawat di Rumah Sakit Beraksi

Awas, Penipu dengan Modus Anak Dirawat di Rumah Sakit Beraksi

MENUNJUKKAN Korban penipuan menunjukkan hasil berkas laporan yang dilakukan di Polsek Sumupanggang.
MEIWAN DANI R./RADAR TEGAL

Berbagai macam modus digunakan pelaku penipuan. Setelah modus ‘Mama Minta Pulsa’ dan modus ‘Anak Ibu Ditangkap Polisi’, kini adalagi modus ‘Anak Anda Dirawat. Jaringan penipu tersebut kini mengelabui warga Kota Tegal. Kali ini, korbannya adalah wali murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) 17 Kota Tegal.

Karena panik, seorang wali murid SMP 17 Kota Tegal yang bernama Darto tertipu dengan mentrasfer uang sebesar Rp 19.925. Uang tersebut diminta seorang laki-laki yang mengaku dari pihak sekolah melalui sambungan telepon dan akan digunakan untuk menebus obat dengan segera.

“Saya panik, karena dikabarkan anak saya terjatuh di kamar kecil sekolah dan mengalami pendarahan di kepala. Kemudian saya mentransfer sejumlah uang kepada penelepon tersebut,” kata Darto, usai melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumurpanggang, kemarin.

Kejadian penipuan tersebut berawal saat Darto, warga Jalan Pati, RT 03/RW IV, Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Selasa, (2/9) pukul 12.30, selesai melakukan salat duhur. Pihaknya dihubungi seorang laki-laki melalui sambungan telepon. Laki-laki tersebut mengaku dari pihak SMP 17 Kota Tegal.

Melalui sambungan telepon, pelaku menyampaikan bahwa Widya Dwi Afiani, anak Darto terpeleset di kamar kecil dan mengalami pendarahan di kepala. Saat itu, pelaku menjelaskan bahwa anaknya tersebut dibawa ke Rumah Sakit (RS) Mitra oleh Dewi.

Saat itu juga, pelaku memberikan nomor HP 081276441645 untuk menghubungi Dewi. Setelah telepon tersambung, Dewi menyerahkan teleponya kepada seseorang yang mengaku sebagai dr Gunawan. Di saat ngobrol dengan dr Gunawan itulah, dr Gunawan meminta kepada dirinya untuk menebus obat sebesar Rp 19.925 juta.

Selanjutnya, pelaku yang mengaku dr Gunawan itu memberikan nomor HP kepada korban dengan nomor 081398500479. Setelah itu, korban meneleponya dan diterima karyawan apotik yang mengaku bernama Handoko. Korban pun diminta segera untuk melakukan pembayaran melalui rekening BRI dengan 568101011243533 atas nama Zaenal Abidin.

Tak ada kecurigaan apapun, korban kemudian segera ke ATM BRI unit Krandon untuk mentrasnfer uang tersebut. Setelah itu, korban pulang dan menuju ke sekolah untuk mengecek anaknya di SMP 17 Kota Tegal. Betapa kagetnya, ternyata kondisi anaknya dalam keadaan sehat.

“Setelah mengetahui anak saya sehat, saya baru melaporkan penipuan tersebut ke Polsek Sumurpanggang,” ujar Darto.

Sementara itu, Kapolsek Sumurpanggang Kompol Agus Endro Wibowo saat ditemui Radar membenarkan adanya laporan penipuan tersebut. Menurut dia, kasus penipuan tersebut bisa disebabkan karena kasus registrasi kartu yang bocor dan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Dia mengimbau, seharusnya masyarakat sebelum mentransfer sejumlah uang kepada orang yang tidak dikenal jangan percaya dulu. Langkah terbaik yakni melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada sekolah. “Harap konfirmasi, jangan langsung transfer ketika ada informasi yang tidak jelas dan meminta sejumlah uang,” jelas Kompol Agus Endro Wibowo.

Dengan adanya laporan tersebut, kata dia, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata ada tiga wali murid SMP 17 Kota Tegal yang telah dihubungi pelaku. Namun, hanya satu yang menjadi korban dengan mentrasfer sejumlah uang kepada pelaku.

Saat ini, pihaknya bekerja sama dengan Polda Jateng telah melacak keberadaan pelaku penipuan. Sebab, yang mempunyai alat pelacakan tersebut hanya Polda. Dari hasil pelacakan, pelaku terindikasi berada di Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). (mei/fat)

Facebook Comments