Radar Kendal

Buntut Keracunan, BPOM Bakal Uji Lab Permen Jeli

Buntut Keracunan, BPOM Bakal Uji Lab Permen Jeli

DIRUJUK – Sejumlah siswa SDN 1 Ngadiwarno sempat dirujuk ke puskesmas karena kondisi keracunan yang cukup parah, Selasa (2/10) lalu.
DOK

KENDAL – Insiden keracunan yang melanda belasan siswa SDN 01 Ngadiwarno, Kecamatan Sukorejo, Selasa (2/10) lalu, rupanya ikut mengusik Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang. Rabu (3/10) kemarin, tim mereka turun ke lokasi dan membawa sisa permen jeli stik yang diduga menjadi penyebab keracunan.

Seperti diketahui, paska mengonsumsi jajanan berbahan gula tersebut, belasan siswa mengalami keracunan. Sebanyak 9 siswa di antaranya bahkan mengalami keracunan cukup arah, sehingga harus dirujuk ke puskesmas terdekat.

“BPOM datang sekitar pukul 9.00 pagi tadi (kemarin -red). Sisa permen jeli bentuk stik yang dikonsumsi anak-anak diambilnya untuk dilakukan pengujian,” kata Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Dhina Khameswari.

Lebih lanjut Dhina mengungkapkan, usai kejadian yang menyebabkan siswa-siswi merasakan mual, pusing, dan muntah-muntah tersebut, pihaknya membawa sisa jeli. “Ada 15 sisa permen yang saya bawa dari pedagang. Sebanyak 10 diamankan Polres Kendal dan lima saya amankan. Dan hari ini dibawa BPOM,” terangnya.

Dhina menjelaskan, dugaan sementara mungkin terdapat obat yang berbahaya dalam permen jeli bentuk stik tersebut. Hal itu berdasarkan kecurigaan karena durasi anak-anak mengonsumsi jeli dengan dampaknya seperti mual, pusing, dan muntah-muntah sangat cepat. Namun, perlu dilakukan pemeriksaan di laboratorium. “Permen jeli tersebut mempunyai izin edar dari BPOM. Kami juga meminta puskesmas untuk melakukan pemantauan selama satu pekan terhadap perkembangan siswa-siswi tersebut,” timpalnya.

Terpisah, Kepala SDN 1 Ngadiwarno, Siti Rokhmi mengatakan, kondisi kesehatan anak didiknya sudah membaik. Dari 16 pelajar yang diduga mengalami keracunan, sebanyak 14 anak sudah kembali sekolah. Sementara dua lainnya masih harus beristirahat di rumah. “Dari puskesmas sudah datang ke rumah dua anak yang belum berangkat sekolah dan kondisinya baik-baik saja. Pengarahan kepada peserta didik juga kami berikan, supaya tidak membeli jajan sembarangan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sukorejo, AKP Haryo Deco Dewo mengatakan, petugas Polres Kendal dan Dinas Kesehatan Kendal usai kejadian sudah membawa sampel jeli yang dikonsumsi anak-anak. Dinas Kesehatan bersama BPOM akan melakukan pemeriksaan. “Kondisi siswa-siswi yang dirawat sudah sehat dan baik-baik saja. Saya himbau agar orangtua lebih memperhatikan anak-anaknya ketika membeli jajanan,” pintanya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms

Facebook Comments