Radar Kendal

Saatnya Kedai dan Kafe Ikut Promosikan Kopi Lokal

Saatnya Kedai dan Kafe Ikut Promosikan Kopi Lokal

KOMITMEN – Memperingati Hari Kopi Internasional, tanggal 1 Oktober 2018, Komunitas Kopi Kendal kembali tegaskan komitmennya untuk mengembangkan dan mempromosikan kopi asli Kendal.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Komunitas Kopi Kendal berkomitmen untuk mengembangkan dan mempromosikan kopi asli Kendal. Hal itu untuk mengangkat kopi asli Kendal agar Kabupaten Kendal sebagai daerah penghasil kopi memiliki brand atau nama kopi tersendiri yang dikenal.

“Selama ini belum ada nama kopi khas Kendal, seperti kopi Aceh, kopi Lampung, kopi Rembang, padahal Kendal sebagai daerah penghasil kopi yang cukup besar” kata Ketua Komunitas Kopi Kendal, Abdul Harris Khaddafy, Rabu (3/10).

Harris mengungkapkan, Komunitas Kopi Kendal sendiri sudah dibentuk sejak beberapa tahun lalu. Bahkan sebagai bentuk keseriusannya itu, komitmen yang sama juga ditegaskan kembali pada pertemuan anggota komunitas saat memperingati Hari Kopi Internasional, tanggal 1 Oktober 2018 yang diadakan di Cafe Kedai Kopidulu Kendal.
“Acara itu dihadiri anggota komunitas, petani kopi, perajin kopi, pakar kopi, dan pengusaha kedai kopi,” terang dia.

Menurut Harris, salah satu cara yang dilakukan agar Kendal bisa memiliki brand kopi yang dikenal, maka harus dimulai dari orang-orang Kendal, terutama para pengusaha atau pemilik kedai kopi, baik yang di cafe, restauran, rumah makan atau hotel. Ia berharap semua kedai kopi mau mngenalkan kopi Kendal, yaitu dengan menjual kopi Kendal. Anggota Komunitas Kopi Kendal sekitar 75 orang, sedangkan jumlah kedai kopi, coffee shop, cafe dan resto yang menjual kopi Kendal sekitar 30 tempat yang tersebar di sembilan kecamatan.

“Anggota komunitas ini wajib menyediakan kopi Kendal, karena misinya adalah mengangkat kopi asli Kendal,” tukasnya.

Beberapa tempat di Kendal sudah ada yang menjual khusus kopi Kendal. Salah satunya adalah Aan, pemiliki kopi luwak asli di Sukorejo. AAn yang sudah dikenal sebagai pengusaha kopi dan menjual kopi ke luar daerah, selama ini hanya menjual kopi Kendal. Menurutnya, agar kopi Kendal semakin dikenal, maka semua pemilik cafe di Kendal harus menyediakan kopi asli Kendal. “Kalau kedai kopi atau cafe tidak mau menjual dan mengenalkan kopi Kendal, maka kopi Kendal susah untuk dikenal,” timpal Harris.

Terpisah, Harjito dari Dinas Pertanian dan Pangan Kendal yang juga penikmat kopi, mengatakan, tidak semua penjual kopi memiliki pengetahuan tentang kopi, maka dengan acara ini akan menambah pengatahuan dan wawasan tentang kopi yang penting bagi anggota komunitas, supaya usahanya semakin berkembang. “Di sini belajar untuk mengetahui kualitas kopi dengan cara membedakan rasa dan aroma,” katanya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms

Facebook Comments