Radar Jateng

Penderita HIV/AIDS di Pantura Barat Melonjak Tajam

BREBES – Alih-alih semakin banyak warga yang sadar akan bahaya penyakit HIV/AIDS, jumlah penderita penyakit tersebut justru malah kian melonjak. Fenomena peningkatan penderita HIV/AIDS bahkan terjadi di kabupaten/kota yang berada di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.

Tak terkecuali di Kabupaten Brebes, dalam kurun waktu tujuh bulan belakangan, terdata sedikitnya ada 100 penderita baru. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)Kabupaten Brebes Tohani menyebutkan, terhitung tahun 2018 hingga Juli lalu, penderita HIV di kota bawang ini mencapai 51 orang dan penderita AIDS 49 orang. Artinya, dalam kurun waktu 7 bulan penderita HIV/AIDS yang tercatat oleh Dinkes Brebes mencapai 100 orang. Sehingga, jumlah penderita HIV/AIDS dari tahun 2006 hingga sekarang berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes mencapai 719 orang lebih. Sebab, Data Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes menyatakan, tahun 2006 hingga 2017 di Brebes tercatat ada 619 orang.

Jumlah itu setiap tahun terus meningkat, sehingga upaya penanggulangannya pun terus ditingkatkan sinergi masing-masing pemerintah daerah. “Karena itu, kami melakukan konsolidasi untuk penanggulangan HIV/AIDS di wilayah Pantura Barat. Ini dilakukan karena jumlah penderita penyakit seksual di wilayah tersebut terus meningkat. Namun, angka-angka jumlah pastinya untuk setiap daerah kemarin tidak dibahas,” katanya di sela rakor KPA wilayah Pantura Barat, Rabu (3/10).

Dia menjelaskan, konsolidasi KPA yang meliputi, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang itu sangat penting. Diantaranya untuk saling berbagi bagaimana cara melakukan penanggulangan HIV/AIDS di masing-masing wilayahnya. “Untuk Kabupaten Brebes, penanggulangan berupa sosialisasi dan penyuluhan, selain menyasar pada pekerja seks komersil (PSK) juga menyasar pada para pelajar. Ada juga upaya pencegahan dengan pembentukan pelajar peduli Aids di sekolah tingkat menengah atas,” lanjut dia.

Meskipun alokasi anggaran dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Brebes cukup kecil, namun upaya untuk menurunkan jumlah penderita penyakit tersebut akan terus digencarkan. Pihaknya mengajak seluruh SKPD terkait agar bersedia menganggarkan untuk penanggulangan HIV/AIDS.

Adanya konsolidasi ini ialah untuk saling membantu dalam upaya penanggulangan penyakit kelamin ini di masing-masing daerah. Jika salah satu darah di wilayah itu membutuhkan bantuan dalam upaya menangani penyakit ini, maka daerah lain yang telah konsolidasi tersebut segera melakukan koordinasi untuk membantunya. “Jika salah satu daerah itu membutuhkan bantuan, maka kita akan saling membantu. Misalnya daerah ini kurang ini, maka kami menyiapkan. Intinya saling bersinergi antardaerah dalam menanggulangi HIV/AIDS,” tandasnya. (fid/ism)

Facebook Comments