Radar Batang

Overload, TK Bahagia Butuh Tambahan Kelas

Ngudo Roso Limpung

CURHAT – Bupati Batang membuka sesi curhat dengan masyarakat dalam kegiatan Ngudo Roso di Desa Wonokerso, Limpung, Rabu (3/10).
NOVIA ROCHMAWATI

LIMPUNG – Bupati Batang, Wihaji bersama jajarannya kembali menyambangi masyarakat dalam program Ngudo Roso di Desa Wonokerso Limpung, Rabu (3/10). Dalam kesempatan itu banyak warga Limpung yang menyampaikan aspirasinya.

Salah satunya Kepala TK Bahagia Wonokerso, Windiah. Dia menuturkan sekolahnya membutuhkan tambahan kelas. Pasalnya, TK satu-satunya yang ada di Desa Wonokerso itu hanya memiliki satu kelas. Padahal, untuk tahun ajaran ini saja memiliki 43 siswa.

“Kami berharap ke Pak Bupati untuk adanya penambahan kelas bagi TK kami. Pasalnya kami memiliki 43 siswa dan baru ada satu kelas. Tentunya kondisi kelas kurang nyaman dan tak kondusif. Dan untuk menjaga kondusivitas sementara waktu kami meminjam satu ruang SDN Wonokerso,” terangnya.

Selain itu, perwakilan Himpaudi Kecamatan Limpung juga berharap adanya insentif yang merata untuk guru Paud di seluruh desa yang ada di Kecamatan Limpung. Sebab, saat ini hanya ada desa tertentu saja yanh sudah memberikan insentif untuk guru paud.

Selain itu, ada juga beberapa keluh kesah lainnya dari warga. Seperti insentif untuk ketua RT, perbaikan jalan, dan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Batang berusaha untuk membantu. Namun bantuan itu nantinya masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Selain itu, untuk alokasi insentif guru Paud memang menyesuaikan anggaran dana desa. Bisa jadi yang belum memberikan insentif karena masih ada keperluan yang urgen.

“Memang ada yang diberi karena kebutuhan yang lain sudah terselesaikan. Meski begitu, kami juga sudah memberikan insentif untuk guri paud sekitar Rp 250 sampai 375 ribu tergantung kualifikasi pendidik dan masa pengabdian,” imbuhnya.

Terkait dengan perbaikan jalan, Wihaji langsung memerintahkan DPUPR untuk memperbaiki jalan di sekitar pasar Limpung yang rusak sekitar 300 meter. Selain itu, pemkab juga memberikan bantuan beberapa kwintal beras ke masyarakat, santunan kematian, pemeliharaan dan rehab masjid, beasiswa tabungan pendidikan, kursi roda, dan lainnya.

“Untuk santunan anak yatim, kami juga berikan dan untuk tahun ini anggarannya sekitar Rp 1,5 milyar. Dana ini untuk sekitar 1.500 anak yatim. Memang belum mengcover semua, karena ini nantinya akan kami berikan bertahap,” tandasnya. (Nov)

Facebook Comments