Radar Kajen

Peredaran Narkoba sudah Memprihatinkan, P4GN Terjun ke Sekolah-Sekolah

P4GN

SOSIALISASI – Tim Koordinasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi narkoba ke SMK Yapenda Wiradesa dan SMP Wiradesa, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Upaya memerangi narkoba khususnya kalangan pelajar, Pemkab Pekalongan melalui Tim Koordinasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan terjun ke sekolah-sekolah. Kegiatan ini terus menerus dilakukan untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kota Santri.
Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti yang juga Ketua Tim P4GN Kabupaten Pekalongan tersebut mengaku sangat prihatin dengan maraknya penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya terjadi di daerah perkotaan tetapi juga sudah merambah di daerah pedesaan.

“Peredaran narkoba dan obat terlarang sudah pada level yang sangat membahayakan sehingga perlu penanganan yang serius,” tegas Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti saat melakukan sosialisasi P4GN di SMK Yapenda Wiradesa dan SMP Wiradesa, kemarin.

Oleh karena itu, lanjut Wabup, (P4GN) Kabupaten Pekalongan terus melakukan upaya upaya terhadap pencegahan dan pemberantasan narkoba, di antaranya dengan malaksanakan sosialisasi baik melalui spanduk, baliho, stiker, maupun pamflet dilokasi yang strategis yang berisi ajakan hidup sehat dan perang terhadap narkoba. “Langkah tersebut diharapkan efektif untuk menyosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat khususnya pelajar/generasi muda. Karena berapapun besarnya potensi sumber daya alam yang kita miliki tidak akan bermanfaat jika generasi mudanya belum terbebas dari narkoba,” jelas Arini.

Menurut Arini, segmen pasaran juga tidak pandang bulu lagi, seluruh usia dan profesi menjadi sasaran pasar peredaran gelap narkoba. Peredaran narkoba adalah sebuah alat perang modern yang bertujuan menghancurkan ketahanan dan masa depan bangsa. Kasus penyalahgunaan narkobaa menjadi ancaman yang sangat berbahaya dari ancaman terorisme.

Di Kabupaten pekalongan, trend kasus narkoba dari tahun 2015 sebanyak 27 kasus, ditahun 2017 menjadi 30 kasus dan ditahun 2018 sampai dengan bulan September sudah 23 kasus.

“Kita semua berdoa dan berharap agar tidak bertambah dan meningkat. Dari kasus kasus yang terjadi selama kurun waktu 3 tahun terakhir, memang wilayah Wiradesa tidak separah di wilayah lain seperti Kedungwuni. Namun dengan melihat kondisi geografis Wiradesa yang dilalui jalur (nasional) pantura menjadi daerah yang cukup rentan mendapatkan serangan dari pengedar maupun penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Menurut Arini, ancaman narkoba dikalangan pelajar merupaakan hal yag serius dan harus ditanggulangi. Hal ini disadari bahwa pelajar adalah para penerus bangsa, maka apabila seorang pelajar sampai terkena kasus narkoba tentu dampaknya akan negatif baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masa depan bangsa dan negara.

Terlebih lagi perhitungan bonus demografi Bangsa Indonesia yang akan terjadi pada tahun 2030. Bonus demografi ini adalah suatu keadaan dimana jumlah penduduk usia produktif (15-60 tahun) jauh lebih banyak dari usia non produktif.

“Kondisi ini bisa menjadi peluang yang sangat baik jika diimbangi dengan hal hal yang positif, namun sebaliknya akan menjadi ancaman besar jika yang muncul adalah generasi yang terpapar bahaya narkoba,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Arini, menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), ciri ciri pengguna narkoba di antaranya adalah motivasi sekolah menurun, suka berbohong, tidak konsisten dalam berbicara, berbicara kasar terhadap orang tua dan keluarga, berani berbuat kekerasan dan kriminal, adanya benda aneh didalam kamar seperti kertas aluminium,alat penghisap, dan jarum suntik, kalau siang tidur malam begadang, serta mudah tersinggung.

“Jika ditemukaan ciri ciri tersebut, maka mereka kemungkinan terindikasi pengguna narkoba. Bagi anak-anak para pelajar jangan sekali kali bersentuhan dengan narkoba sebab sekali mencoba maka penyesalan untuk masa depan. Manfaatkan masa muda dengan hal hal positif. Bimbingan anak anak untuk membentuk karakter mental yang kuat dan positif. Koordinasi dengan pihak pihak terkait jika ada anak didik yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Lakukan langkah-langkah persuatif untuk mencegah hal hal yang lebih fatal,” imbuhnya. (yan)

Facebook Comments