Radar Pendidikan

100-an Anak TK Serbu Mapolres Batang

TK Pamardisiwi Klidang Wetan Batang

SERU – Siswa TK Pamardisiwi Klidang Wetan Batang saat belajar dan bermain bersama Polisi Sahabat Anak (PSA) Polres Batang, Rabu (3/10).
NOVIA ROCHMAWATI

BATANG – Sekitar 100 siswa TK Pamardisiwi Klidang Wetan Batang menyerbu Polres Batang, Rabu (3/10). Kedatangan mereka ini untuk secara langsung belajar bersama anggota Polres Batang yang tergabung dalam Polisi Sahabat Anak (PSA). Anggota Polres Batang ini mengajak anak-anak untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan cara yang asyik dan menyenangkan.

Kepala TK Pamardisiwi Klidang Wetan Batang, Suginingsih SPd Aud, menerangkan agenda kunjungan ke Polres Batang ini sudah menjadi kerja sama rutin kedua pihak. Pihaknya berharap anak-anak dapat menimba ilmu khususnya dengan mengenal profesi polisi. Serta belajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Kami ingin tanamkan, walaupun mereka masih kecil mereka juga bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Khususnya untuk mengingatkan orang-orang di sekitar mereka. Dan juga untuk mengenalkan polisi itu bukanlah sosok yang menakutkan tapi memiliki tugas yang penting untuk menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Dikyasa Aiptu Danang Primayanto SH, menerangkan kegiatan PSA ini memang menyasar anak-anak sebagai sasaran sosialisasi. Pasalnya di usia-usia inilah, daya ingat mereka masih bagus. Dan segala penanaman pendidikan karakter akan lebih mengena jika ditanamkan sejak dini.

Oleh karenanya, selain mengenalkan tugas seorang polisi, anak-anak juga diajak untuk menjadi pelopor keselamatan. Seperti pengenalan rambu-rambu lalu lintas, pengenalan safety riding dengan menggunakan helm standar SNI dan lainnya.

“Sejak dini harus ditanamkan untuk tertib berlalu lintas. Salah satunya tentang pentingnya memakai helm standar SNI. Sehingga ketika nanti orang tua atau orang di sekitar mereka lupa, anak dapat mengingatkan. Dan jika sudah ditanamkan sejak dini mereka diharap dapat menjadi kebiasaan baik di kemudian hari,” ujar Danang.

Pihaknya juga berharap anak-anak tidak takut pada polisi, terlebih ketika banyak stigma sosok polisi yang sering digunakan untuk menakut-nakuti anak. Danang berharap setelah ini anak-anak dapat bersahabat dengan polisi dan menjadi mitra polisi. Khususnya untuk menjalankan ketertiban berlalu lintas.

“Kami harap anak tidak takut lagi dengan sosok polisi dan malah bisa menjadi mitra kami. Khususnya untuk mengingatkan orang di sekitar mereka untuk menjaga keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Kami harap mereka juga bersemangat dan bangga bisa menegakkan ketertiban, dan membantu menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” tandasnya. (nov)

Facebook Comments