Nasional

Cerita Ratna Diduga Jatuhkan Jokowi, Prabowo dan Sandiaga Dipolisikan

*Dahnil: Ternyata Kami Dibohongi Beliau

JAKARTA – Sejumlah politikus dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi (Kopi Pojok). Mereka diduga melakukan ujaran kebencian mengenai kasus Ratna Sarumpaet.

Farhat Abbas yang tergabung dalam komunitas tersebut mengatakan ada 17 orang yang dia laporkan. Salah satunya calon presiden Prabowo Subianto.

“Kami melaporkan tujuh belas tokoh nasional serius dan calon presiden,” kata
dia di Bareskrim Jakarta, Rabu (3/10).

Mereka diantaranya, Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli dan Nanik Deang. Kemudian Ferdinand Hutahaean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman dan Hanum Rais.

Dia juga melaporkan Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Dahniel Azar Simanjuntak dan Sandiaga Uno.

Farhat mengatakan, berita bohong mengenai penganiayaan Ratna yang disebar sangat merugikan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dia menilai ada konspirasi dan permufakatan jahat untuk menjatuhkan Jokowi melalui pemberitaan ini.

“Cerita ini dimanfaatkan Prabowo dan Amien sebagai kampanye hitam menjatuhkan calon presiden saya nomor satu,” tegasnya.

Dia menyinggung harusnya Prabowo teliti. Namun Prabowo malah membuat konferensi pers bersama Amien Rais untuk menggiring opini kasus Ratna adalah kasus pelanggaran HAM.

“Sementara Fadli mengatakan semua pasti ada kaitan dengan politik. Dianiaya karena Jurkam Prabowo. Padahal yang dianiaya tidak ada. Seolah-olah ini rezim diktator,” sebut Farhat.

Begitu pula dengan Sandiaga Uno. Harusnya dia juga teliti dan mengecek kembali keterangan yang Ratna sampaikan. “Sandiaga bilang sudah melihat foto Pak Prabowo. Nah, Calon Wakil Presiden harus berpikir baik kan,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Farhat meminta agar pihak Kepolisian segera memproses laporannya. Terlebih, sudah ada pengakuan dari Ratna bahwa dia telah berbohong dan mengarang cerita pemukulan.

Dalam laporannya, Farhat membawa sejumlah bukti. “Kami bawa video
rekaman Prabowo wawancara Sandiaga Uno, Twitter Fadli Zon dan Rachel Maryam dan lain-lain sebagai bukti,” imbuhnya.

Laporan Farhat pun diterima dengan nomor nomor STTL/1007/X/2018/BARESKRIM.

Ternyata Beliau

Ratna Sarumpaet yang merupakan anggota timses capres nomor urut 02 Prabowo-Sandi mengaku telah berbohong soal penganiayaan dirinya. Mertua artis film Rio Dewanto itu pun mengaku khilaf karena dengan sengaja telah menciptakan hoax.

Bahkan, gara-gra kebohongannya itu, calon presiden Prabowo Subianto, Amien Rais, Djoko Susanto dibuat percaya dengan cerita soal penganiayaan dirinya. Bahkan, Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku tidak percaya bahwa diirnya telah dibohongi oleh Ratna. Karena saat itu penuturan Ratna Sarumpaet telah meyakinkan Prabowo, Amien Rais dan Fadli Zon.

“Bu Ratna dengan sangat menyakinkan bercerita kepada Pak Prabowo, juga Pak Amien dan Bang Fadli. Rentu kebiasaan beliau-beliau adalah berprasangka baik, sehingga percaya dan ingin membela Bu Ratna,” kata Dahnil seperti dilansir jawapos.com, Rabu (3/10).

Dahnil yang pada awalnya mengabarkan soal penganiayaan Ratna, mengaku bahwa kabar soal pengeroyokan itu diucapkan oleh Ratna Sarumpaet. Oleh karena itu, Dahnil membantah jika dirinya tidak menyebarkan berita bohong alias hoax.

“Kami tidak menebar hoax, tapi berangkat dari pengakuan Bu Ratna dan ingin membantu beliau, ternyata kami justru dibohongi beliau,” pungkasnya. (jawapos)

Facebook Comments