Radar Kendal

Ada Apa Ini, Puluhan Warga Datangi Balai Desa Purwogondo

Ada Apa Ini, Puluhan Warga Datangi Balai Desa Purwogondo

DATANGI BLAI DESA -Puluhan warga mendatangi Kantor Balai Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Selasa (2/10), untuk mempertanyakan sejumlah realisasi proyek DD dan ADD.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Puluhan warga mendatangi Kantor Balai Desa Purwogondo, Kecamatan Boja, Selasa (2/10). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan sejumlah pekerjaan yang menggunakan anggaran dana desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 dan 2018 yang diduga tidak sesuai peruntukannya.

Tak hanya itu, warga juga meminta hasil pekerjaan desa untuk disidak langsung, sehingga tidak lagi diresahkan dengan dugaan penyelewangan dana desa. Camat Boja, Sunarto, Kapolsek Boja AKP Windoyo, dan Anggota DPRD Kendal Fraksi Gerindra, Hegar Saputra, juga ikut mendampingi warga.

Salah seorang warga Desa Purwogondo, Irwansyah (42), dari Rt 03 Dukuh Mangir, mengatakan, beberapa hasil pekerjaan yang dibangun menggunakan ADD maupun DD 2017, yakni Jalan di RT 02 dan 03 RW 02 Dukuh Mangir, dalam sidak ditemukan ketidaksesuaian lebar jalan. Sedianya jalan selebar 2,5 meter, namun di lapangan ditemukan hasil pembangunan kurang volumenya.

Selain itu, jalan yang diperuntukkan bagi RT 03 ternyata tidak terealisasi.

“Padahal dalam APBDes tertera pembangunan jalan sepanjang 350 meter untuk dua wilayah RT tersebut. Sedangkan jalan di RT 03 berupa paving, itu adalah hasil dari kerja bakti warga. Jadi warga patungan untuk membeli paving agar jalan bisa layak dilewati,” katanya.

Warga juga mengecek pekerjaan jalan Desa yang melintasi Dukuh Mangir. Dalam informasi jalan dibangun sepanjang 270 meter, dengan lebar 3 meter dan tinggi 12 sentimeter. anggaran yang sebesar 125,9 juta bersumber dari DD 2018. Warga menuding pekerjaan tersebut sarat dengan mark up anggaran. Sebab baru tujuh bulan, pembangunan jalan berupa cor beton sudah banyak retak. “Tak ada setahun, masa jalan sudah ada retakannya,” ungkap Irwansyah.

Warga lainya, Dwiyono (45), mengatakan, selain jalan, warga juga mengecek pembangunan Bendungan di dua sungai, yakni Sungai Kalong dan Sungai Kesek. Warga menilai, pekerjaan senilai masing-masing Rp 61,7 juta itu hanya fiktif belaka. Sebab sudah sejak lama bendungan di sini ada. “Jadi Desa hanya menutup dengan semen dan dipasang prasasti baru agar seolah nampak seperti baru dibangun. Padahal ini bangunan lama,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Boja, Sunarto, berjanji segera menindaklanjuti laporan warga dan temuan hasil sidak. “Kami belum bisa bilang ini salah. kami akan cocokkan dengan data APBDes. selain itu, harus kami lakukan uji lab terhadap hasil pekerjaan, baru bisa disimpulkan apakah jalan sesuai atau tidak,” katanya.

Kapolsek Boja, AKP Windoyo meminta warga tetap tenang dan tidak membuat keributan. Ia meminta agar menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak kecamatan dan kabupaten. “Kalau melanggar hukum, maka biar ditangani kepolisian atau kejaksaan,”katanya. (nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments