Metro Pekalongan

Ternyata Baru 31 Orang yang Daftar CPNS

Ternyata Baru 31 Orang yang Daftar CPNSKOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan telah membuka pendaftaran CPNS sejak 26 September 2018 melalui portal sscn.bkn.go.id. Terdapat 247 formasi yang dibuka terdiri dari formasi tenaga pendidik atau guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya. Pantauan di portal SSCN BKN hingga Selasa (2/10) pukul 20.00, baru 31 orang yang mendaftarkan diri untuk formasi CPNS di Pemkot Pekalongan.

Ke 31 pelamar tersebut, pendaftar paling banyak terdapat pada formasi bidan terampil di RSUD Bendan yakni sebanyak 14 pelamar. Kemudian formasi perawat terampil dan analis perencanaan anggaran pada RSUD Bendan, diminati oleh 6 pelamar. Selanjutnya formasi nutrisionis ahli pertama dan asisten apoteker terampil di RSUD Bendan masing-masing diminati oleh 2 pelamar serta pranata laboratorium kesehatan terampil pada RSUD Bendan diminati 1 orang pelamar.

Meskipun membuka 247 formasi CPNS, namun dalam informasi lowongan pada portal yang SSCN BKN, untuk Kota Pekalongan baru terdapat 61 lowongan pada 31 formasi yang dapat ditampilkan. Menurut keterangan dalam portal, dijelaskan bahwa instansi yang belum memenuhi ketentuan formasi yakni telah direkam ke dalam SSCN dan telah di verifikasi oleh BKN, maka pilihan instansi belum muncul dan belum dapat dipilih oleh calon pendaftar.

Selain kemungkinan belum direkam, lambatnya akses ke portal SSCN BKN diduga membuat jumlah pelamar belum signifikan. Beberap warga yang berupaya mengakses portal tersebut mengaku masih kesulitan. Putri salah satunya, lulusan S-1 sistem informasi tersebut mengaku sudah tiga hari terakhir berupaya memgakses portal SSCN BKN. Baru pada hari terakhir dia bisa melakukan registrasi dan pembuatan akun.

“Masuk ke webnya susah sekali. Saya sudah tiga hari mencoba bahkan pada jam-jam yang menurut informasi jumlah pengaksesnya minim tetap saja gagal. Baru kemarin saya bisa mengakses dan membuat akun namun belum sempat melakukan pendaftaran pada formasi tertenu maupun mengupload syarat yang dibutuhkan karena aksesnya sangat susah,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Ahmad Hidayat. Lulusan S-1 ekonomi tersebut mengaku mengalami kendala yang sama. Bahkan hingga hari ini dirinya belum berhasil melakukan registrasi maupun membuat akun. “Susah sekali masuk ke webnya. Saya sudah mencoba selama beberapa hari tapi belum berhasil. Banyak yang menyarankan mengakses pada dini hari, sudah saya coba tapi belum bisa juga,” keluh alumni Unnes tersebut.

*Tes CAT di Banyumas

Pelamar CPNS pada formasi yang ada di Pemerintah Kota Pekalongan, akan menjalani serangkaian tes. Yang pertama adalah Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang akan dilaksanakan lewat sistem Computer Assited Tes (CAT). Untuk Kota Pekalongan, TKD melalui CAT diperkirakan akan mulai digelar pada 20 Oktober mendatang dan bertempat di GOR Satria Banyumas.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Pekalongan, Budiyanto menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi CAT untuk Kota Pekalongan akan dilaksanakan di Banyumas. Selain Kota Pekalongan, ada 8 kabupaten kota lain yang juga akan menggelar tes di Banyumas yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Brebes.

“Pelaksanaan tes sudah ditetapkan di GOR Satria Banyumas karena di Kota Pekalongan terkendala lokasi. Pelaksanaan tes kemungkinan berlangsung selama beberapa hari dan dibagi dalam beberapa tahap setiap harinya. Karena ada 9 kabupaten kota yang menggelar tes CAT di Banyumas. Untuk waktunya kemungkinan mulai 20 Oktober mendatang namun jadwal pastinya belum ditentukan,” terangnya.

Budiyanto melanjutkan, panitia pelaksana CAT seluruhnya dipegang oleh BKN. Sedangkan panitia masing-masing daerah hanya mengurus masalah administrasi. “Karena seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online. Kami hanya administrasi saja. Tapi dari BKPPD masing-masing daerah akan mendampingi peserta tes disana. Yang melaksanakan seluruhnya dari BKN,” tandasnya. (nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Facebook Comments