Radar Kendal

Inspiratif, Batik Karya Siswa SLB Dipamerkan di Curugsewu

Inspiratif, Batik Karya Siswa SLB Dipamerkan di Curugsewu

MEMBATIK- Bupati Mirna Annisa ikut membatik dikegiatan Pameran Batik di Curugsewu Patean yang digelar SLB Mutiara Bangsa Sukorejo.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Memperingati Hari Batik Nasional, SLB Mutiara Bangsa Sukorejo menggelar Pameran Batik di Curugsewu, Patean, Selasa (2/10). Menariknya, produk yang dipamerkan tak lain adalah hasil karya anak-anak SLB, yang terdiri bari batik tulis dan batik ciprat dengan berbagai macam corak.

Kegiatan itu dihadiri Bupati Kendal, Mirna Annisa. Dia mengapresiasi batik karya anak-anak berkebutuhan khusus yang memiliki kualitas luar biasa. Bahkan Bupati Mirna ingin menjadikan batik karya anak-anak itu sebagai oleh-oleh atau cindera mata untuk tamu-tamu dari luar daerah. “Walaupun dikerjakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus, tapi kualitasnya bagus. Maka saya akan mendorong agar SLB lainnya bisa seperti itu,” katanya.

Pengelola SLB Mutiara Bangsa, Nina Dewi mengatakan, batik karya anak-anak binaannya itu dikerjakan secara bersama-sama oleh empat anak yang masing-masing anak mengerjakan sesuai dengan keterampilanya. Ada yang membatik, menciprat, memberi warna dan memberi malem. Satu lembar batik tulis yang dijual dengan harga sekitar Rp 1 juta dikerjakan selama dua hari.

Sedangkan batik corak berupa selendang dijual dengan harga Rp 20 ribu sampai ratusan ribu, sesuai dengan coarknya. “Kami hanya memberdayakan anak-anak sesuai dengan bakat atau keahliannya. Ada yang suka melukis, menciprat atau celup dan lainnya,” katanya.

Nina mengungkapkan, batik karya anak-anak itu tidak menggunakan warna sintetis, tapi semuanya menggunakan pewarna alami dari pohon-pohon yang ada di sekitar, seperti mahoni. Untuk menjaga agar tidak pudar dan luntur, maka cara mencucinya harus menggunakan lerak. “Pada awalnya dulu menggunakan pewarna sintetis, tapi sekarang semuanya menggunakan warna alami,” ungkapnya.

Ditambahkan Nina, batik karya anak-anak binaannya cukup banyak peminatnya, mulai dari kalangan lokal sampai luar negeri. “Pemasarannya melalui pesanan dari berbagai kolega atau teman-teman di luar daerah, seperti Jakarta dan Amerika,” pungkasnya.(nur)

Penulis: Nur Kholid Ms | Radar Pekalongan
Redaktur: Akhmad Saefudin

Facebook Comments